Beranda Terhangat Sembilan Mahasiswa Daftarkan Diri di Hari Pertama Pendaftaran Pemira 2019

Sembilan Mahasiswa Daftarkan Diri di Hari Pertama Pendaftaran Pemira 2019

BERBAGI
Ilustrasi Pemira 2019. (Arie Mawardi | DETaK)

Missanur Refasesa | DETaK

Darussalam- Pendaftaran calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) resmi dibuka pada Jumat, 29 November 2019. Hingga Jumat Sore, sudah ada sembilan mahasiswa yang mendaftarkan diri kepada Komisi Pemilihan Raya (KPR).

“Alhamdulillah untuk hari ini sudah ada sekitar sembilan orang yang mendaftar menjadi calon anggota DPM,” ungkap Fattah, anggota bidang logistik.

Iklan Souvenir DETaK

Hingga berita ini diliput, belum ada kuota yang ditetapkan oleh KPR yang mengharuskan mereka menutup pendaftaran jika kuota yang ditetapkan sudah melewati batas. Melihat dari tahun sebelumnya yang mendapat sekitar lima puluh hingga enam puluh pendaftar untuk calon DPM, KPR akan berpatokan pada jumlah tersebut.

Baca juga: KPR Unsyiah Nyatakan Siap Selenggarakan Pemira Unsyiah 2019

“Kalau misalnya di tahun ini jumlah pendaftar calon DPM melebihi jumlah dari tahun lalu, mungkin akan segera kami rapatkan,” ujar Fattah.

Selain perbedaan jumlah pendaftar yang sangat jelas terlihat antara BEM dan DPM, salah satu poin lainnya adalah perbedaan di salah satu persyaratannya, yakni jumlah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Untuk menjadi anggota DPM minimal pendaftar memiliki IPK 2,75, sedangkan untuk calon Ketua BEM pendaftar harus memiliki IPK minimal 3,00.

“Persyaratan IPK itu sudah dibicarakan pada saat sidang umum DPM dan MPM. Jadi kami mengacu pada hasil sidang. Semua persyaratan itu adalah hasil rundingan kami (KPR) dengan DPM dan MPM,” jelas Fattah.

Mereka mengaku tidak mengetahui alasan mengapa persyaratan IPK bisa berbeda karena persyaratan semacam itu sudah lebih dulu dibicarakan saat sidang umum MPM yang dihadiri oleh MPM dan DPM. Namun pihak KPR tidak membatasi berapa kuota pendaftar untuk BEM dan DPM. Meski begitu KPR beranggapan bahwa para calon yang akan mendaftar adalah mereka yang sudah terseleksi dan berkompeten di fakultasnya masing-masing.

“Mungkin pun tiap fakultas mengirimkan orang-orang yang terpilih, tidak sembarangan orang kayak gitu,” tutup Rayfandi, Ketua KPR 2019. []

Editor: Herry Anugerah