Beranda Artikel 78 Tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa itu PBB?

78 Tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa itu PBB?

BERBAGI
Ilustrasi. (Nadira Yulia (AM)/DETaK)

Artikel | DETaK

Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperingati setiap tanggal 24 Oktober sebagai momen
penting dalam menjunjung tinggi perdamaian dan kerjasama global. Pada hari ini, PBB memperingati pendiriannya pada tahun 1945 dan menghargai kontribusinya dalam menjaga stabilitas dunia.

Apa itu hari Peserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 24 oktober?

Iklan Souvenir DETaK

Dilansir dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations), Hari PBB adalah perayaan untuk memperingati lahirnya Piagam PBB 1945. Pada momen itu, juga dilaksanakan pertemuan antar 50 negara untuk mempromosikan perdamaian di seluruh dunia pasca Perang Dunia II.

Mengapa PBB Penting?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga perdamaian dunia dan mempromosikan kerjasama antar negara. Organisasi ini bertujuan untuk mengatasi konflik, mengurangi kemiskinan, memajukan hak asasi manusia, serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Dalam menjalankan tugasnya, PBB melibatkan negara-negara anggota yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Apa tujuan dibentuknya PBB?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan demi terbentuknya perdamaian di seluruh dunia pasca Perang Dunia II, tujuan pembentukan PBB atau United Nations adalah untuk melindungi hak asasi manusia, menjaga perdamaian dan keamanan internasional, memberikan bantuan kemanusiaan, menegakkan hukum internasional, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Prioritas PBB untuk 2023

Dilansir dari situs resmi Green Network, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres menggarisbawahi tujuh poin yang akan menjadi prioritas PBB untuk tahun 2023, yakni:

1. Peacebuilding, menyatakan perlunya Agenda Baru Perdamaian untuk mengatasi berbagai
konflik saat ini. Agenda mesti mempertimbangkan perlunya misi perdamaian baru dengan
kepemimpinan yang tepat dan pendanaan yang terjamin.

2. Hak sosial-ekonomi dan hak atas pembangunan, menekankan reformasi mendasar dan
mobilisasi sumber daya untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

3. Hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, berfokus terutama pada
pengurangan emisi dan mencapai keadilan iklim. Seruan khusus ditujukan kepada produsen
bahan bakar fosil dan para pendukungnya untuk menetapkan arah yang kredibel untuk perasi net-zero.

4. Menghormati keragaman dan universalitas hak budaya, menyerukan kepada pemerintah,
regulator, media, dan masyarakat sipil untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah
dan disinformasi di internet mengenai ras, agama, dan jenis kelamin tertentu.

5. Hak atas kesetaraan gender penuh, menugaskan peninjau independen untuk menilai
kapasitas PBB seputar kesetaraan gender dan menggandakan tindakan untuk memberdayakan perempuan di berbagai bidang.

6. Hak sipil dan politik sebagai dasar masyarakat inklusif, memajukan kebebasan fundamental,
mendorong partisipasi sistemik dari masyarakat sipil dalam pekerjaan PBB, melindungi ruang
sipil di seluruh dunia, dan memperkuat dukungan untuk undang-undang dan kebijakan yang
melindungi hak partisipasi dan kebebasan berekspresi , termasuk media yang bebas dan
mandiri.

7. Hak untuk generasi mendatang, membayangkan KTT Masa Depan tahun depan untuk
membawa topik ‘berdamai dengan alam’ dan ‘memastikan digital inklusif untuk semua’ ke garis depan diskusi. Kantor Pemuda PBB yang baru direncanakan akan berdiri dan berjalan untuk mendukung pekerjaan PBB menjadi lebih kreatif, beragam, multibahasa, dan inklusif.

Keberhasilan PBB dalam Membangun Perdamaian
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah berhasil dalam menjalankan misinya untuk membangun perdamaian di dunia. Salah satu contohnya adalah pengiriman pasukan penjaga perdamaian dalam konflik-konflik di berbagai belahan dunia. Pasukan penjaga perdamaian PBB telah berkontribusi dalam menstabilkan situasi dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban konflik.

Kerjasama Global dalam Mengatasi Tantangan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memiliki peran penting dalam mempromosikan kerjasama global dalam mengatasi tantangan bersama. Organisasi ini menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk berdiskusi, bernegosiasi, dan mencapai kesepakatan dalam berbagai isu global seperti perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, dan pengendalian senjata nuklir. Kerjasama ini menjadi landasan untuk mencapai kesetaraan dan keadilan di antara negara-negara di dunia.

Dukung PBB, Dukung Perdamaian Dunia!
Momen Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah saat yang tepat untuk menghargai peran penting PBB dalam menjaga perdamaian dan membangun kerjasama global. Kita semua bisa berkontribusi dengan mendukung kinerja PBB melalui partisipasi dalam program-programnya, mendukung kampanye-kampanye kemanusiaan, dan membantu mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.[]

Penulis adalah Nadira Yulia, Mahasiswi jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota magang di UKM Pers DETaK.

Editor: Teuku Ichlas Arifin