
Davina Dara Meisya [AM], Arami Rizkia [AM] | DETaK
Darussalam-Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan Sekolah Parlemen yang mengangkat tema “Mencetak Karakter Mahasiswa sebagai Legislator Muda yang Kritis dan Representatif Dalam Mewujudkan Nilai Demokrasi dan Fungsi Mahasiswa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025 yang bertempat di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh Lantai 2.
Pemaparan materi dibawakan oleh Ihsanuddin MZ, yang merupakan anggota komisi I DPR Aceh. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa mahasiswa sebaiknya mengikuti organisasi agar mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung di lapangan.

“Kesempatan yang ada pada kalian hari ini sebagai pengurus organisasi mahasiswa adalah kesempatan emas yang belum tentu dimiliki oleh mahasiswa lainnya. Mungkin kalian lelah dan tidak mendapat apa pun dari segi materi, tapi kalian dapat ilmu dan pengalaman. Hal itu tidak bisa kita beli,” jelasnya.
Selanjutnya, Ihsan juga meminta mahasiswa untuk mempelajari politik agar dapat menjadi pemimpin di kemudian hari dan membawa harapan baru bagi daerah.
“Politik adalah instrumen perubahan, pahami itu. Ke depannya, ketika kalian yang punya kapasitas intelektual mumpuni menjadi parlemen atau pemerintah, pasti negara juga akan lebih baik. Jadilah pemimpin yang juga membawa harapan baru bagi daerah,” ujarnya.
Fathan Dinov Sjech selaku ketua panitia menyampaikan bahwa Sekolah Parlemen digelar sebagai upaya memperbaiki standar DPM di periode mendatang. Ia menilai bahwa tahun ini DPM mengalami penurunan aktivitas hingga hampir vakum, sehingga diperlukan wadah pembinaan yang dapat mempersiapkan mahasiswa yang ingin bergabung.
“Tujuan kami adalah menemukan standarisasi untuk DPM tahun depan. Tahun ini DPM mengalami penurunan yang cukup drastis, bahkan bisa dibilang vakum. Karena itu, kami menghadirkan Sekolah Parlemen sebagai wadah bagi mahasiswa yang ingin masuk ke DPM,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat menjadi generasi yang lebih berani menyuarakan pendapat dan cepat mengambil inisiatif dalam menanggapi berbagai isu kampus.
“Harapan saya ke depannya, mahasiswa bisa lebih lantang dalam bersuara, lebih cepat bergerak, dan lebih peka terhadap isu-isu yang ada di kampus,” ujarnya.
Salah satu peserta, Icha Futri mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memberikan motivasi besar baginya. Ia merasa semakin berani untuk terlibat dalam dunia politik meski masih berstatus mahasiswa. Selain itu, ia juga mendapat pesan penting bahwa memulai dari hal kecil adalah langkah awal yang tidak boleh diremehkan.
“Yang saya dapat dari pemateri hari ini adalah dorongan untuk berani masuk ke dunia politik, meskipun saya hanya seorang mahasiswa. Pemateri juga mengajarkan bahwa tidak apa-apa memulai dari awal atau dari hal kecil terlebih dahulu, seperti mengikuti organisasi yang ada di kampus,” ujarnya.[]
Editor : Zarifah Amalia










