Beranda Puisi Yang Sederhana itu Tenang

Yang Sederhana itu Tenang

BERBAGI
Ilustrasi. (Musfirah/DETaK)

Puisi | DETaK
Tidak semua yang indah harus gemuruh,

kadang ia hadir perlahan….

seperti pagi yang membuka jendela

Iklan Souvenir DETaK

tanpa suara.

Langit tidak pernah tergesa

menjadi biru,

ia berubah perlahan

seolah tahu

bahwa yang tenang pasti lama tinggal

di hati.

Ada hal-hal kecil yang sering kita lewatkan,

secangkir hangat di antara dingin,

angin yang singgah tanpa permisi,

dan senyap yang ternyata

tidak pernah benar-benar sepi.

Kita terlalu sering mengejar yang jauh,

hingga lupa

bahwa bahagia kadang hanya

berjarak satu tarikan napas,

dan cukup untuk hari ini saja.

Jadi biarkan langkahmu ringan,

tak perlu selalu berlari.

Sebab yang sederhana itu tidak menuntut banyak,

namun selalu tahu

cara membuat hati pulang.

Musfirah, Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Statistika, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Sara Salsabila