Beranda Terkini Publikasi Riset Jurnal Scopus Q2, Mahasiswi Fast Track USK Raih Apresiasi Bebas...

Publikasi Riset Jurnal Scopus Q2, Mahasiswi Fast Track USK Raih Apresiasi Bebas Sidang Tesis

BERBAGI
Mahasiswi Fast Track USK Raih Apresiasi Bebas Sidang. (Doc. Panitia)

Mila Santika | DETaK

Darussalam – Mahasiswi Program Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus peserta Program Fast Track, Siti Nurhaliza, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi International Journal of Design & Nature and Ecodynamics (IJDNE) yang terindeks Scopus Q2. Atas pencapaian tersebut, ia memperoleh apresiasi dari USK berupa fasilitas bebas sidang tesis.

Artikel berjudul Carbon Stock Estimation Using the InVEST Model in Pante Ceureumen Protected Forest, West Aceh, Indonesia (2016–2025) disusun berdasarkan hasil penelitian tesis. Naskah dikirim ke jurnal pada 16 Maret 2026, diterima pada 25 Mei 2026, dan dipublikasikan secara daring pada 31 Mei 2026 setelah melalui proses peer review yang ketat serta sejumlah revisi.

Iklan Souvenir DETaK

Siti mengatakan proses publikasi memberikan pengalaman berharga dalam menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar jurnal internasional. “Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, bahagia, sekaligus terharu. Ketika melihat artikel tersebut resmi terbit, saya merasa seluruh perjuangan selama ini terbayarkan. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, meningkatkan kualitas penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat,” ujarnya.

Penelitian tersebut bertujuan menganalisis perubahan penggunaan dan tutupan lahan serta mengestimasi cadangan karbon di Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memperkuat kebijakan perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Selama penelitian, Siti menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses menuju lokasi yang terputus akibat banjir hingga proses publikasi yang menuntut berbagai revisi berdasarkan masukan reviewer dan editor. Meski demikian, seluruh tahapan berhasil dilalui hingga artikel diterbitkan.

Ia juga menilai Program Fast Track memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan secara lebih efisien sekaligus mengembangkan kemampuan penelitian dan publikasi sejak dini.

“Program Fast Track mendorong saya untuk lebih aktif menulis karya ilmiah, berpikir kritis, dan berani menargetkan publikasi di jurnal internasional. Pengalaman ini juga membentuk saya menjadi lebih disiplin, teliti, dan pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan,” katanya.

Melalui penelitian tersebut, Siti berharap hasil yang diperolehnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan konservasi hutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan sebagai penyerap karbon, pelindung keanekaragaman hayati, dan penyangga keseimbangan lingkungan. []

Editor: Naisya Alina