Puisi | DETaK
Tak semua tanah menjanjikan bunga.
Ada yang retak,

ada yang kering,
ada yang nyaris kehilangan harapan.
Namun, kau memilih untuk tumbuh.
Tak ada yang menyaksikan
saat akar-akar kecilmu
diam-diam mencari kehidupan
di sela tanah yang nyaris menyerah.
Mungkin dunia
hanya merayakan bunga yang mekar,
tetapi lupa
bahwa sebelum kelopak itu merekah,
ada akar yang bertahan
dalam diam.
Maka hari ini,
biarkan satu kalimat sederhana
menjadi penghargaan yang selama ini tak sempat terucap.
Terima kasih,
karena sudah bertahan.
Penulis bernama Musfirah, Mahasiswi Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Zalifa Naiwa Belleil









![[DETOuR] Juhu Singkah: Ketika Rotan Muda Berubah Menjadi Hidangan yang Sarat Makna dari Kalimantan Tengah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/07/Ilustrasi-1-1-100x75.png)
![[Infografis] Jantong Hatee Rakyat Aceh: Menilik Lini Masa Perjalanan Institusi USK](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_1740-100x75.png)