Beranda Puisi Yang masih tertinggal

Yang masih tertinggal

BERBAGI
Ilustrasi (doc. istimewa)

Puisi | DETaK

Ada kepingan masa lalu yang tertinggal
Sebuah kenangan singkat yang terasa hangat,
tapi belum sempat ditutup secara sadar,
Seperti satu bab kecil yang menggantung,
berhenti di tengah cerita.

Aku masih ingat saat pertama kali melihatmu
Seragam putih biru, teman sebangkuku saat ujian semester,
Selalu ada keributan kecil di sela kita,
perdebatan anak remaja yang diam-diam membawa
kedekatan tanpa pernah diakui secara langsung

Iklan Souvenir DETaK

Ketika ego yang tadinya saling beradu,
mereda dalam sebuah janji,
janji yang terikat oleh dua jari yg bertaut.
Kita berdamai, kelingking kita berjanji
kita tidak akan ribut lagi.

Ada hari dimana kita saling terdiam,
Matamu dan mataku saling bertemu tapi hening,
tak ada suara yang terucap
Kita tenggelam dalam pikiran masing-masing

Berat rasanya harus berpisah.
Tapi kamu selalu punya cara untuk membuatku kembali tersenyum

Aku ingat hari itu, hari dimana ujian semester berakhir
Kamu bilang kamu akan mencari kelasku nanti,
Kamu akan mencariku dan kita akan ribut lagi, begitu katamu.
Dan benar, kamu datang, kamu menepatinya.

Tapi takdir menggantung cerita ini,
Kita tidak pernah memulai sesuatu kita juga
Tidak pernah mengahirinya.
Hari dimana seharusnya ego tidak saling dipertahankan,
hari dimana seharusnya aku tidak egois

Tidak ada kata akhir dan tidak ada kata awal
tapi saat itu kita tidak lagi saling menemukan
Aku tidak benar-benar sadar jika kesalahpahaman itu
membuatmu pergi, bahkan di hari terakhir sebelum Aku pindah Sekolah
Aku menunggumu untuk pamit, tapi kamu tetap tak terlihat.

Penulis bernama Alya Anjadelisya Hasibuan, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Nasywa Nayyara Tsany