Rimaya Romaito Br Siagian [AM] | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti Kewirausahaan Mahasiswa indonesia (KMI) EXPO di Universitas Halu Oleo (UHO), kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada 23 oktober hingga 25 Oktober 2024. Produk yang dibawa adalah Herushi Bilih Crispy Yang diolah menggunakan bumbu khas Aceh.
Herushi team ini terdiri dari 5 anggota yang berasal dari Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang diketuai oleh Suraiya Samadi dan dibimbing oleh Erlidawati sebagai salah satu Dosen pendidikan Kimia.

“Biasanya ikan bilih ini dikonsumsi dalam bentuk ikan segar seperti digoreng dan digulai intinya tidak ada inovasi lah, jadi kami buat ide untuk menjadikan olahan ini menjadi lebih menarik dengan digoreng crispy menggunakan bumbu dapur, yang bisa dimakan langsung ataupun dimakan dengan nasi,” ucapnya.
Ketua tim Herushi, Suraiya samadi juga mengatakan bahwa bahan utama produk yang akan dibawa ini adalah ikan bilih. Ikan Bilih ini dipilih sebagai bahan utama karena kaya akan sesuatu yang dibutuhkan oleh tubuh salah satunya kaya akan protein, omega 3 dan kalsium.
“Herushi berfungsi untuk menurunkan angka osteoporosis atau keropos tulang, selain itu dapat menjaga kesehatan gigi, jantung dan kesehatan mata karena herushi ini terbuat dari ikan bilih yang kaya akan protein, kalsium dan omega,” ujarnya
Diakhir, Suraiya Samadi berharap tim Herushi ini dapat membawa dampak positif untuk USK dan bisa membawa nama USK ke tingkat Internasional.
“Alhamdullilah tim Herushi sudah membawa USK ke tingkat nasional, jadi harapannya kami bisa membawa pulang piala kejuaraan sehingga tim herushi ini bisa membawa nama USK hingga ke kancah internasional, jadi mohon do’a nya agar harapan kami bisa terwujud,” harapnya.
Sebagai Informasi KMI EXPO adalah ajang tahunan yang mempertemukan wirausaha mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berlomba, mempromosikan produk dan membangun jaringan. KMI EXPO diselenggarakan oleh Diktorat Pembelajaran Dan Kemahasiswaan (Belmawa), Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), dan Kementrian, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Kemdikbud). []
Editor: Masya Pratiwi










