Beranda Terhangat Pemerintah Kota Banda Aceh Gelar BAA Talks 2026: Tekankan Pengembangan SDM Unggul

Pemerintah Kota Banda Aceh Gelar BAA Talks 2026: Tekankan Pengembangan SDM Unggul

BERBAGI
Pemerintah Kota Banda Aceh Gelar BAA Talks 2026: Tekankan Pengembangan SDM Unggul. (Doc.Pribadi)

Husniyyati & Neni Raina Mawaddah | DETaK

Darussalam— Pemerintah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Banda Aceh Academy (BAA) Talks 2026, sebuah seminar nasional bertema penguatan peran daerah dalam membentuk masa depan Indonesia, yang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Selasa (22/4/2026) pukul 13.00–17.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional untuk berbagi pengalaman serta gagasan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
Acara yang dikemas dalam format talkshow interaktif ini memberikan ruang dialog antara peserta dan narasumber. Selain pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam sesi tanya jawab secara langsung.

Salah satu peserta, Zulka Safira, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Matematika, mengaku memperoleh wawasan baru terkait pentingnya kesadaran politik dan peran generasi muda.

Iklan Souvenir DETaK

“Dari materi tadi, saya memhami bahwa dalam pemilu kita tidak boleh sekadar ikut-ikutan, tetapi harus benar-benar memahami kewajiban sebagai warga negara. Selain itu, perjalanan para pemateri juga sangat menginspirasi karena mereka mencapai posisi saat ini melalui perjuangan dan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan BAA Talks memiliki dampak positif bagi kemajuan daerah, terutama karena menghadirkan diskusi yang interaktif.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Banda Aceh Academy merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkankapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“BAA ini berkesinambungan, Kita akan terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif bagi anak muda dan masyarakat. Di Banda Aceh Academy ada program upskilling, reskilling, hingga pengembangan startup agar UMKM bisa naik kelas dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga berfokus pada penciptaan keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri (link and match), termasuk dalam penyediaan pelatihan dan sertifikasi.

Sementara itu, pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan bahwa masa depan pembangunan sangat bergantung pada kualitas SDM, mengingat keterbatasan sumber daya alam di masa mendatang.

“Kunci masa depan ada pada sumber daya manusia. Banda Aceh Academy menjadi bukti nyata bahwa SDM menjadi prioritas, apalagi dengan pendekatan berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu mengidentifikasi potensi individu secara lebih akurat sehingga mempermudah dunia industri dalam menyerap tenaga kerja yang sesuai.

Ia juga menyoroti keunggulan Aceh yang tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual sebagai fondasi pembentukan karakter.Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional, serta ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Pemerintah Kota Banda Aceh berharap BAA Talks dapat menjadi wadah pengembangan talenta sekaligus mendorong kemajuan sosial dan ekonomi di daerah. []

Editor: Kamilina Junita Damanik