Beranda Terkini Tujuh Mahasiswa USK Terima Beasiswa Amal Shalih

Tujuh Mahasiswa USK Terima Beasiswa Amal Shalih

BERBAGI
Foto bersama dengan Wr III, Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Biro Kemahasiswaan, Perusahaan Donatur dan Yayasan Amal Shalih. 23/06/2025. (Masya Pratiwi/DETaK)

Naily Jannati | DETaK

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui lembaga Rumah Amal menyalurkan Beasiswa kepada tujuh mahasiswa dari berbagai fakultas. Penyerahan dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025 di ruang Sekretaris Rektor. Turut berhadir perusahaan donatur, Pengurus beasiswa Amal Shalih, Prof. Mustanir selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan serta Enzus Tinianus dari Direktorat kemahasiswaan dan Alumni USK.

Kegiatan ini bentuk komitmen universitas dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Mawardi selaku pengelola beasiswa Amal Shalil menyebutkan program ini dirancang untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi hingga semester delapan, dengan harapan dapat mengurangi hambatan ekonomi yang berpotensi mengganggu proses akademik.

Iklan Souvenir DETaK

“Mereka kita jamin insyaaAllah. Beasiswa ini sampai mereka tamat, tamatnya maksimal semester delapan, sehingga hambatan-hambatan itu bisa teratasi,” ujar Mawardi.

Salah satu penerima beasiswa Adlu prihatini mahasiswa Fakultas Hukum mengaku sangat bersyukur dengan adanya beasiswa ini. Meskipun sebelumnya ia sempat gagal pada seleksi beasiswa yang lain sehingga harus bekerja untuk membayar UKT.

“Sebelumnya pernah jadi calon penerima KIPK cuman kami gak lewat. Coba juga beasiswa-beasiswa yang ada di instagram gitu yang lewat-lewat, cuman ujung-ujungnya nice try gitu. Kami juga cari duit sendiri untuk bayar UKT. Jadi merasa bersyukur karena yang rasanya perandai-andaian itu jadi kenyataan kek gitu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mawardi menjelaskan bahwa program ini juga untuk menanamkan nilai keberlanjutan sosial, di mana para penerima diharapkan kelak menjadi pihak yang turut berkontribusi mendukung pendidikan generasi berikutnya.

“Mereka diharapkan nantinya akan menjadi orang, hari ini penerima manfaat besok akan menjadi pemberi manfaat, yang kalau hari ini dia menerima, besok dia akan menjadi pemberi, jadi akan bisa berpartisipasi untuk kelanjutan pendidikan,” jelas Mawardi.[]

Editor: Masya Pratiwi