Rifdah Afifah Bardan | DETaK
Darussalam – Jurusan farmasi USK laksanakan Bakti Sosial “Home care” di area Kopelma Darussalam (Sektor Timur, Sektor Barat, dan Sektor Selatan) yang diikuti oleh dosen dan staf Jurusan Farmasi, Apotek Pendidikan, Klinik Pratama USK, dan mahasiswa farmasi. Topik Edukasi Cerdas Menggunakan Obat-obatan dan Kewaspadaan Penyakit diabetes mellitus (DM) serta Isu Obat Sirup dengan adanya cemaran “Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada Minggu, 23 Oktober 2022.
Pengidap diabetes di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Permasalahan yang ada saat ini sebagian besar karena penyandang diabetes ini tidak menyadari jika dirinya mengidap penyakit tersebut.

“Sekarang ini penyakit DM sudah termasuk kategori penyakit tidak menular yang sangat tinggi di Indonesia apalagi masyarakat sekitar kurang paham terkait gejala DM. Ada yang udah tinggi gulanya tapi belum pernah ngecek gula ke rumah sakit atau ke Puskesmas terus tiba-tiba udah komplikasi dan mulai ada gangguan lain. Jadi kita berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat tuh lebih aware terhadap kondisi kesehatan terutama DM,” ungkap Fajar Fakri selaku dosen Farmasi USK.
“Nah, tentang isu sirup, sekarang ini kan lagi heboh nih banyak ditemukan adanya sirup cemaran terhadap etilen glikol dan dietilen glikol. Sekarang ini dari BPOM ada lima produk yang ditemukan pencemaran tersebut di atas ambang batas yaitu Termorex, DMP sirop, dan 3 produk unibebi. Dan juga heboh adanya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak sekitar 28 kasus yang meninggal. Oleh karena itu, kita juga butuh memberikan edukasi kepada masyarakat untuk saat ini jangan dulu menggunakan obat sirup, kalau bisa menggunakan obat sediaan lain seperti tablet kapsul ataupun sediaan racik lainnya,” imbuhnya.
Fajar Fakri juga mengatakan bahwa respon masyarakat sangat baik dan juga banyak masyarakat yang belum mengetahui isu-isu tersebut sehingga menjadikan hal tersebut pengetahuan baru bagi mereka.
“Alhamdulillah respon dari masyarakat sekitar luar biasa masyarakat menerima dengan baik edukasi ini dan juga ini merupakan salah satu program pengabdian dari farmasi di mana program ini diharapkan masyarakat aware terhadap kondisi kesehatannya. Kasus obat sirup responnya itu luar biasa, masyarakat sekitar menerima baik kitanya saat memberi edukasi dan juga mereka merasa ini juga informasi baru bagi mereka,” ujar Fajar.
Adanya kerjasama yang baik antar dosen dan mahasiswa merupakan salah satu faktor kelancaran kegiatan ini. Mahasiswa banyak belajar dari dosen terutama saat turun kelapangan, ada banyak ilmu yang tidak didapatkan saat dalam ruangan kelas.
“Sebelumnya udah pernah ikut bakti sosial, tapi kegiatan ini sama dosen langsung sehingga lebih menarik dan banyak menambah ilmu juga. Saat ke lapangan pun langsung diawasi sama dosennya, emang dosennya yang dampingi langsung untuk ke rumah-rumah,” pungkas Tahara, salah satu mahasiswa Farmasi USK.[]
Editor: Amanta Haura










