Beranda Terkini Mahasiswa Ilmu Komunikasi Gelar Kampanye Anti Cyberbullying

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Gelar Kampanye Anti Cyberbullying

BERBAGI
Mahasiswa-mahasiswa Ilmu Komunikasi USK menyelenggarakan kampanye Cyberbullying di SMAN 1 Ingin Jaya, Aceh Besar. 17/10/2026. (Dok. Panitia)

Nada Kamila | USK

Darussalam-Mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kampanye edukasi mengenai perundungan siber (cyberbullying) bertema “Jempolmu, Tanggung Jawabmu” di SMAN 1 Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran Sosial sekaligus meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan di dunia digital serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Iklan Souvenir DETaK

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai cyberbullying. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, peserta menyaksikan pemutaran video yang berkaitan dengan perundungan siber sebagai pengantar sebelum memasuki sesi penyampaian materi.

Materi utama disampaikan oleh Ananda Geubrina Rizky, Duta Genre Aceh Social Media Inspirator 2024. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai cyberbullying dan pentingnya menjaga perilaku saat berinteraksi di media sosial. Melalui penyampaian materi ini, siswa diajak memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi dan setiap pengguna bertanggung jawab atas perkataan maupun tindakan yang dilakukan secara daring.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis yang melibatkan para siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Pemateri juga memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Selanjutnya, peserta mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman setelah mendapatkan edukasi mengenai cyberbullying.

Nola Fitria, salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi USK yang terlibat dalam penyelenggaraan kampanye tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan siber.

“Kami berharap melalui kampanye ini, para siswa bisa lebih memahami bahwa setiap komentar dan tindakan yang dilakukan di media sosial dapat memberikan dampak bagi orang lain. Kami juga ingin mengajak mereka untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menjadikan perundungan sebagai sesuatu yang dianggap bercandaan,” ujar Nola.

Sementara itu, Mahara, salah satu siswa kelas X SMAN 1 Ingin Jaya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa kampanye ini memberikan pemahaman mengenai perundungan siber dan pentingnya menjaga perilaku saat berinteraksi di dunia digital. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar maupun membagikan sesuatu di media sosial.

“Menurut saya, kegiatan ini bermanfaat dan penting karena membuat kami lebih memahami dan belajar tentang cyberbullying dan dampaknya bagi orang lain. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih sadar bahwa kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak boleh sembarangan berkomentar yang bisa menyakiti orang lain,” ungkap Mahara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada para siswa. Acara ditutup oleh pembawa acara dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Melalui kampanye bertema “Jempolmu, Tanggung Jawabmu”, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi USK berharap para siswa semakin memahami pentingnya etika berkomunikasi di media sosial, menghindari tindakan perundungan siber, serta turut menciptakan lingkungan digital yang aman, positif, dan saling menghargai.[]

Editor: Sara Salsabila