Beranda Terhangat Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Gelar Kampanye Percaya Diri di Panti Asuhan Penyantun...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Gelar Kampanye Percaya Diri di Panti Asuhan Penyantun Islam

BERBAGI
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Gelar Kampanye Percaya Diri di Panti Asuhan Penyantun Islam 17/10/2026. (Mila Santika/DETaK)

Mila Santika | DETaDarussalam-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam tim PREDISI, melaksanakan kampanye komunikasi pemasaran sosial bertajuk “Percaya Diri, Jadi Diri Sendiri” di Panti Asuhan Penyantun Islam, Setui, Banda Aceh, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya percaya diri, mengenali potensi diri, serta menghargai kelebihan yang dimiliki. Kegiatan tersebut dikemas melalui penyampaian materi dan berbagai aktivitas interaktif agar peserta dapat memahami pentingnya membangun kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, tim PREDISI menyampaikan materi mengenai pengertian percaya diri, faktor-faktor yang menyebabkan seseorang kurang percaya diri, serta cara membangun kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Materi ini juga membahas pentingnya mengatasi rasa takut gagal, mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mencoba hal-hal baru.

Iklan Souvenir DETaK

Setelah penyampaian materi, peserta diajak menonton video edukasi yang berkaitan dengan kepercayaan diri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan membahas pentingnya menghargai diri sendiri.

Dira Vonna, salah satu anggota tim PREDISI, menjelaskan bahwa kampanye ini mengajak anak-anak untuk lebih mengenali dan menghargai potensi diri. Melalui materi dan aktivitas yang diberikan, peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing sehingga tidak perlu merasa rendah diri ketika melihat kemampuan orang lain.

“Percaya diri itu bukan berarti kita harus selalu jago dalam suatu hal, tapi percaya diri adalah ketika kita yakin sama diri kita sendiri dan kita berani mencoba tanpa takut gagal. Jadi, stop bandingin diri kita sama orang lain karena setiap orang itu berharga dengan cara mereka masing-masing,” ujar Dira.

Selain itu, kegiatan diisi dengan sesi unjuk bakat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka. Sesi ini menjadi salah satu bentuk aktivitas untuk mendorong peserta agar lebih berani mengekspresikan diri di hadapan orang lain.

Tim PREDISI juga mengadakan aktivitas The Proud Tree, yaitu kegiatan menuliskan hal-hal positif atau sesuatu yang dibanggakan dari diri sendiri pada kertas yang disediakan. Melalui aktivitas ini, peserta diajak mengenali kelebihan, kemampuan, dan potensi yang dimiliki, sekaligus memahami bahwa setiap individu mempunyai keistimewaan masing-masing.

Nisa Ul Arifa, salah satu anggota tim PREDISI, menjelaskan bahwa mengenali diri sendiri merupakan langkah awal untuk membangun kepercayaan diri. Menurutnya, setiap orang

memiliki hal yang dapat dibanggakan, sekecil apa pun itu, sehingga anak-anak perlu belajar menghargai dirinya sendiri.

“Semua hal yang ada dalam diri kita itu layak dibanggakan, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Untuk mengawali langkah percaya diri, kita harus bisa mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Semua orang punya hal yang membanggakan, sekecil apa pun itu. Jadi, percaya dan yakinlah pada diri sendiri,” ujar Nisa.

Pada akhir kegiatan, tim PREDISI membagikan angket kepada peserta sebagai bahan evaluasi. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui tanggapan dan pemahaman peserta terhadap materi serta rangkaian aktivitas yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi tim untuk meninjau pelaksanaan kampanye dan melihat kesesuaian kegiatan dengan tujuan edukasi yang telah ditetapkan.

Melalui kampanye “Percaya Diri, Jadi Diri Sendiri”, tim PREDISI berharap anak-anak Panti Asuhan Penyantun Islam dapat lebih mengenali potensi diri, berani mencoba hal-hal baru, serta menghargai kemampuan yang dimiliki tanpa harus membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu komunikasi dan pemasaran sosial oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USK dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa membangun kepercayaan diri dapat dimulai dengan mengenali kelebihan diri sendiri dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki.[]

Editor: Kamilina Junita Damanik