
Nabiela Humaira [AM], Shufiyya Maryam [AM] | DETaK
Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan Open Recruitment Volunteer bakti sosial Jejak FISIP III tahun 2022 yang dibuka dari tanggal 10-17 Oktober 2022.
Kegiatan ini adalah kegiatan yang merupakan salah satu Proker (Program Kerja) tahunan dari BEM FISIP yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak 2 kali yaitu tahun 2018 dan 2019 tapi terhenti karena pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pengabdian kepada masyarakat. Desa binaan yang akan dibina kali ini adalah Desa Sukatani, Jantho. Pada tahun pertama acara Jejak FISIP diadakan di Desa Sukatani, Jantho. Tahun kedua diadakan di Desa Panca, Aceh Besar. Dan pada tahun ketiga ini akan kembali diadakan di Desa Sukatani, Jantho.

Pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 10 Oktober 2022. Peserta mengisi mendaftar dengan mengisi Google Form, lalu dilanjutkan dengan sesi wawancara. Peserta diseleksi berdasarkan seberapa besar rasa keinginikutsertaan peserta dalam mengikuti acara ini. Peserta tidak banyak yang mendaftar diduga karena banyak yang tidak mengetahui informasi tentang pendaftaran bakti sosial ini. Tapi pada hari terakhir pendaftran, telah terdaftar 45 orang peserta menurut salah seorang panitia, Dina Hajarani.
“Sekitar empat puluh lima. Itu anggota aja belum sama panitia intinya. Kalo sama panitia intinya itu 48 orang,” ujar Dina.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan desa wisata di Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar. Mahasiswa akan melihat fasilitas apa yng dibutuhkan oleh masyarakat dan memelopori pembangunan hal tersebut. Desa yang ingin dikembangkan adalah Desa Sukatani, Jantho, Aceh Besar.
Di desa Sukatani terdapat Bukit Jalin, yakni sebuah bukit yang memiliki potensi wisata alam yang besar. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, akan didirikan fasilitas untuk menunjang berkembangnya Bukit Jalin sebagai tempat wisata, seperti penunjuk arah bagi wisatawan dan fasilitas lainnya. BEM FISIP juga melakukan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam pelaksanaan acara ini. Dengan bantuan dari Dinas Pariwisata, akan diadakan pentas seni di desa saat kegiatan ini digelar nantinya. Pertunjukan yang akan ditampilkan antara lain adalah tarian daerah dan musikalisasi puisi.
Ketua BEM Muhammad Al-Auza berkata bahwa mahasiswa harus jeli melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan membantu mewujudkan hal tersebut. Itulah inti dari pengabdian yang dilakukan oleh BEM FISIP ini.
“Kita balik lagi ke konteks pengabdian ke masyarakat. Pertama, saat sebelum kita ke lokasi, kita survey dulu, kita tanyakan mereka butuh apa? Karena dengan hadirnya kita ke sana itu tidak menjadi beban ke mereka tapi menjadi mempermudah mereka. Apa yang bisa kita bantu. Tapi kita lebih ke titik fokus ke desanya. Jadinya tu desa binaan FISIP USK,” tegas Auza.
Harapan dari Auza dan BEM FISIP adalah para mahasiswa yang mengikuti acara ini dapat mengerti akan pentingnya pengabdian dan pengaplikasian ilmu pada masyarakat umum dan dapat menggalikan ilmu yang hanya bisa diperoleh dari pengabdian di tengah masyarakat.
“Kita balik lagi ke Tridarma Perguruan Tinggi, di mana poin ketiga itu adalah ‘pengabdian’. Kita sebagai mahasiswa sudah seharusnya melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan kontribusi yang nyata lah menurut saya pribadi karena memang kegiatannya langsung ke masyarakat. Ilmunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri. Agar mereka memahami pengabdian pada masyarakat itu seperti apa,” pungkasnya.[]
Editor: Aisya Syahira









