Beranda Terkini Ciptakan Inovasi, Fastana USK Olah Makanan Berbahan Dasar Tepung Mangrove

Ciptakan Inovasi, Fastana USK Olah Makanan Berbahan Dasar Tepung Mangrove

BERBAGI
Seorang anggota PKK Gampong Kajhu sedang membuat olahan tepung mangrove. 16/10/2022. (Raudhatul Khaira [AM]/DETaK)

Raudhatul Khaira [AM] | DETaK

Aceh Besar – Fasilitator Tangguh Bencana (Fastana) TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK) melanjutkan agenda Fastana Action for Ecosystem based Economic Development bersama tim penggerak PKK Gampong Kajhu pada Minggu, 16 Oktober 2022. Bersama ibu-ibu dari PKK Gampong Kajhu melaksanakan pemberdayaan produksi kue berbahan dasar Tepung Mangrove Avicennia yang merupakan hasil olahan mandiri anggota P2K Ormawa Fastana.

Program ini diikuti oleh 24 anggota PKK Gampong Kajhu yang diawali dengan pengenalan tepung mangrove hasil olahan tim P2K Ormawa yang berbahan dasar buah mangrove berjenis Bruguiera gymnorrhiza atau dikenal dengan nama buah lindur. Tepung mangrove ini merupakan hasil kerja keras selama satu minggu dalam mengolah buah lindur agar menjadi tepung yang dapat digunakan dalam pengolahan makanan.

Iklan Souvenir DETaK

Ibu-ibu PKK dan tim Fastana yang dibagi menjadi empat kelompok membuat empat makanan yang berbeda dari hasil olahan tepung mangrove yaitu klepon, bubur sumsum, pudding, dan bakpao.

Jasmi, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Gampong Kajhu mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK karena menambah wawasan dan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Program yang diadakan ini merupakan program yang sangat bermanfaat, karena dengan menerapkan cara memproduksi olahan makanan dari tepung mangrove akan menambah wawasan ibu-ibu untuk bersikap kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang banyak tersedia di Gampong Kajhu, akan tetapi belum banyak diketahui oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Hasnan Hanif selaku Ketua Tim Fastana menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hasil penerapan materi pada hari sebelumnya.

“Menurut saya program ini merupakan aksi nyata yang kami lakukan untuk menerapkan materi yang Fastana telah sampaikan di hari sebelumnya. Bahwa tanaman mangrove dapat diolah menjadi tepung serbaguna, yang dapat dijadikan sebagai bahan baku berbagai produk makanan yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat yang berada di sekitar ekosistem mangrove,” tutur Hasnan.

Acara ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab dan sesi foto bersama yang diikuti oleh semua tim penggerak PKK dan tim P2K Ormawa Fastana. []

Editor: Sahida Purnama