Aisya Syahira & Masya Pratiwi | DETaK
Darussalam-Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK), Muhammad Ikram, menegaskan bahwa setiap pernyataan resmi yang mengatasnamakan BEM USK akan membubuhi nama ketua. Hal ini ia sampaikan untuk mengklarifikasi polemik yang berkembang di kalangan mahasiswa terkait pernyataan salah satu anggota yang dikeluarkan tanpa konfirmasi dengan pihaknya.
“Jadi yang membedakan dari BEM dan bukan dari BEM, itu dari tahun ke tahun segala statement keluar dari Ketua BEM, bukan dari menteri. Pun kalau keluar dari menteri di BEM USK, itu akan pasti ada disematkan Ketua BEM-nya untuk menunjukkan keabsahan bahwasanya keluar dari BEM,” ujar Ikram.

Akibat beredarnya pernyataan dari salah satu anggotanya, BEM USK mendapati berbagai persepsi negatif, meskipun hal tersebut terjadi tanpa konfirmasi dan di luar sepengetahuan organisasi.
“Posisinya kawan-kawan di BEM itu tidak tahu dan tidak dikonfirmasi terkait dengan statement atau berita yang dikeluarkan. Sehingga akhirnya menjadi gejolak dalam mahasiswa yang dianggap bahwasanya BEM ini terafiliasi parpol lah, BEM ini ditunggangi lah, nggak steril lah, mencari uang lah,” jelasnya.
Ikram menegaskan bahwa ia tidak membatasi hak berpendapat anggotanya dan tidak mempermasalahkan jika pernyataan tersebut dikeluarkan atas nama pribadi sebagai mahasiswa.
“Ketika tadinya dia membawa nama pribadinya sebagai salah satu mahasiswa USK itu tidak masalah bagi kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan pernyataan yang dikeluarkan dengan membawa nama lembaga tanpa persetujuan, dapat mencederai nama baik BEM USK dan menimbulkan kegaduhan.
“Tapi masalahnya dia membawa nama lembaga BEM USK, dan itu sangat mencederai nama BEM USK itu sendiri sehingga menjadi gejolak di mahasiswa dan masyarakat,” pungkasnya.[]
Editor: Zarifah Amalia










