Beranda Terhangat Seminar Kebencanaan DRF 2021: Refleksi 17 Tahun Tsunami Aceh

Seminar Kebencanaan DRF 2021: Refleksi 17 Tahun Tsunami Aceh

BERBAGI
Nazli (kiri), Rizki Wan Okta Bina (tengah), Zamna Fauzan (kanan). 18/12/2021. (Fitri Ramadina [AM]/DETaK)

Fitri Ramadina [AM] | DETaK

Banda Aceh – Beberapa komunitas yang bergerak di bidang kebencanaan di Provinsi Aceh, yaitu Natural Disaster Ranger, FASTANA-TDMRC, Resilience.id, Youth Disaster Awareness Forum, dan Rakan-SMONG mengadakan Seminar Kebencanaan dengan tema “Refleksi 17 Tahun Tsunami Aceh dan Langkah Kesiapsiagaan Berikutnya”. Seminar ini merupakan acara penutupan dari kegiatan Disaster Resilience Fest 2021 dan diadakan di Orion Hall & Cafe Banda Aceh pada Sabtu, 18 Desember 2021.

Seminar Kebencanaan ini dilaksanakan dari jam 10.00 s.d. 12.00 WIB, dengan dihadiri oleh dua pemateri yaitu Nazli, Kaprodi Magister Ilmu Kebencanaan USK dan Rizki Wan Okta Bina, Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh.

Iklan Souvenir DETaK

Rizki Wan Okta Bina, sebagai pemateri pertama mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya kontribusi anak muda untuk menggerakkan kesadaran pencegahan kebencanaan ini di tengah-tengah masyarakat.

“Yang dilakukan teman-teman panitia sekarang termasuk dari menyelesaikan masalah, kalau misalnya ditanya yang bertanggung jawab siapa terhadap pencegahan kebencanaan ini? Memang bukan tanggungan anda teman-teman tapi kan Anda semua sudah membantu. Karena ini adalah bagian dari bagaimana kita melakukan kontribusi,” papar Facrul Razi.

Pemateri kedua yaitu Nazli lebih mengemukakan tentang permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tentang kurangnya pendidikan kebencanaan hari ini bukan karena kurangnya sosialisasi akan tetapi kurangnya keinginan yang kuat dari masing-masing individu untuk dapat bekerjasama dalam menanggulangi bencana baik dari sebelum bencana terjadi, ketika bencana terjadi, maupun ketika bencana sudah terjadi.

“Jika mau merubah tabiat masyarakat yang ini maka rubahlah dari hati, cobalah menggerakkan psikisnya agar masyarakat ini paham bahwa yang sedang Anda-Anda gerakkan saat ini adalah demi kepentingan mereka juga, kepentingan bersama. Ini sebenarnya inti yang mau kita ambil, bahwa peringatan tsunami semacam ini bukan hanya sebagai ceremonial tetapi bagaimana mencoba membangkitkan kesadaran dari dalam tubuh kita masing-masing,” ucap Nazli dalam pemaparan materinya.

Kegiatan yang dipandu oleh Zamna Fauzan sebagai moderator juga sebagai aktifis Natural Disaster Ranger ini dihadiri oleh hampir 100 partisipan. Di akhir seminar, panitia memberikan doorprize bagi empat orang penanya di sesi tanya jawab. []

Editor: Indah Latifa