Beranda Terhangat Peringati 18 Tahun Damai Aceh, HIMASIO USK Hadirkan Tokoh Besar dalam Seminar...

Peringati 18 Tahun Damai Aceh, HIMASIO USK Hadirkan Tokoh Besar dalam Seminar Nasional

BERBAGI
Penyampaian materi dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh HIMASIO. 24/11/2023. (Dok. Panitia)

Zarifah Amalia [AM], Jihan Nabilah [AM] | DETaK

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASIO) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “18 tahun Damai Aceh: Refleksi terhadap Ikhtiar Perjuangan dan Harapan untuk Perubahan” dalam rangkaian acara Sociology Fair. Seminar ini dilaksanakan pada 24 November 2023 secara hybrid di Aula FISIP USK.

“Sebenarnya kita ngangkat tema kegiatan seminar nasional ini harapannya agar pemuda dan pemudi aceh baik mahasiswa atau mahasiswi khusunya universitas syiah kuala dan juga masyarakat mengenal lebih jauh bagaimana sebetulnya sejarah aceh karena sejauh ini yang kita dengar dan kita lihat itu hampir banyak melalui orang-orang namun orang-orang ini juga bukan orang yang langsung ikut terlibat sebagai proklamator dalam perdamaian aceh,” ujar Aidil Syahputra, selaku HIMASIO.

Iklan Souvenir DETaK

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Husaini Hasan (Proklamator Aceh Merdeka tahun 1976), Haekal Afifa (Pendiri Museum Tengku Hasan Muhammad di Tiro serta Ketua Institut Peradaban Aceh), dan Azharul Husna (Koordinator eksekutif Kontras Aceh).

ia juga menambahkan, kehadiran tokoh yang terlibat langsung dalam proses perdamaian adalah hal yang harus dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam penyampaian sejarah.

“Selain Dr. Husaini Hasan, kami juga mengundang Haekal Afifa yang merumuskan pemikiran Tengku Hasan Tiro ke masa sekarang, dimana sejarah itu merupakan hal yang pernah terjadi dan harus dijadikan pembelajaran di masa mendatang. Kemudian ada Azharul Husna yang menyampaikan tentang pelanggaran-pelanggaran HAM berat selama konflik Aceh berlangsung,” tambahnya.

Muhammad Aqib Maulana, salah seorang peserta seminar mengungkapkan bahwa seminar ini menjadi salah satu pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengingat kembali sejarah di Aceh.

“Dengan mengikuti seminar ini, kita jadi tidak lupa dengan sejarah yang harus dijadikan pembelajaran agar tidak melakukannya kembali di masa mendatang” ujar Aqib. []

Editor: Fayza Ramulan