
Refly Nofril | DETaK
Darussalam – Himpunan Mahasiswa Pecinta Hewan Besar dan Ruminansia (HiMPHarsia) Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan beberapa gampong di kawasan Banda Aceh selama Idul Adha adakan supervisi pemeriksaan dan penyembelihan hewan qurban (SPPHQ), pada tanggal 10 dan 11 Juli 2022.
Kegiatan ini telah berlangsung dari tahun 2014 yang dicetus oleh Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa HiMPHarsia pada periode itu. Pada tahun ini, tempat pelaksanaannya terdapat di Gampong Limpok, Prada, Jeulingke, Lambhuk, Pineung, Mulia, Lamseupeung, Santan dan di beberapa titik lainnya selama periode yang telah ditentukan tersebut.

Kegiatan di hari kedua, yakni pada Senin 11 Juli 2022 yang dilangsungkan di kawasan Masjid Jami’ Darussalam diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK dari angkatan 2019 dan 2020 serta mahasiswa yang sedang mengikuti koas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini tentunya akan mendapatkan sertifikat izin masuk lab yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Runtutan kegiatan SPPHQ ini dimulai dari antimortem, di mana ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan sebelum penyembelihan hewan qurban. Selanjunya postmortem, selama penyembelihan mahasiswa melakukan pemantauan organ-organ yang ada di dalam tubuh hewan seperti hati, jatung dan limpa serta melihat parasit-parasit yang ada di dalam organ tersebut untuk tujuan pembelajaran bagi mahasiswa Kedokteran Hewan.
Terkait dengan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) yang banyak dialami oleh hewan qurban saat ini, Ketua Panitia SPPHQ, Attaya Rahmatullah menyampaikan bahwa terdapat ciri-ciri yang tampak pada hewan seperti terdapat luka seperti sayatan pada kuku, adanya (seperti) sariawan pada mulut hewan, terjadinya pembelahan pada lidah serta hipersilifasi atau keadaan di mana air liur hewan keluar secara berlebihan.
“Ciri-ciri yang tampak yaitu terdapat luka pada kuku seperti sayatan, pada mulut hewan adanya seperti sariawan bahkan pada lidah akan terjadinya pembelahan serta hipersilifasi atau air liur yang keluar secara berlebihan,” ungkap Attaya.
Lailatul Hasanah sebagai mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan menambahkan bahwa PMK hanya menyerang hewan yang penularannya dapat melalui udara dan darah.
“PMK ini hanya menyerang dari hewan ke hewan aja, ke manusianya gak menular, untuk mecegah penularan selama proses qurban maka dilakukan pembersihan peralatan yang dipake, karena virus dari PMK ini dapat menular melalui udara dan darah,” jelasnya.[]
Editor: Indah Latifa









