Beranda Terhangat Edukasi Penanggulangan Kebakaran dan Luka Bakar, AMSA-USK Adakan Fire Fighting Management

Edukasi Penanggulangan Kebakaran dan Luka Bakar, AMSA-USK Adakan Fire Fighting Management

BERBAGI
Pemadam sedang memberikan pengarahan kepada siswa cara memadamkan api menggunakan handuk basah. 18/11/2023. (Dok. Panitia)

Zarifah Amalia [AM], Jihan Nabila [AM] | DETaK

Aceh Besar – Asian Medical Student Association (AMSA) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan Fire Fighting Management (FFM) di Sekolah Menengah Atas Negeri Modal Bangsa (MOSA) Aceh Besar pada hari Sabtu, 18 November 2023.

Fire Fighting Management (FFM) oleh AMSA-USK merupakan kegiatan yang mirip dengan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, bedanya, AMSA-USK juga menambahkan pelatihan cara mengobati dan menangani luka bakar pasca kebakaran.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi serta melatih siswa-siswi SMA Negeri MOSA bagaimana cara menghadapi dan menangani sebuah kebakaran kecil dan cara mengobati luka bakar tidak serius dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah materi tentang kebakaran dan latihan cara memadamkan api kecil oleh pemadam kebakaran dan sesi kedua berupa materi dan latihan cara mengobati luka bakar tidak serius oleh dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik.

Iklan Souvenir DETaK

Muhammad Faris Arrachmann selaku ketua panitia mengatakan, pelatihan ini sangat penting bagi siswa-siswi sekolah agar mereka tau bagaimana cara menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.

“Tujuan kami untuk mengedukasi siswa-siswi SMAN MOSA tentang manajemen kebakaran dan luka bakar, kami pilih MOSA karena sebelumnya sudah pernah terjadi kebakaran di lingkungan asramanya ini. Pesertanya sendiri sekitar 70 orang dan kami minta perwakilan setiap barak asrama,” ujarnya.

Yudi, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, selaku pemateri pada acara ini menyampaikan bahwa materi yang disampaikan berupa teori Api dan teori APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Para siswa juga diperlihatkan dan mempraktekkan langsung bagaimana cara memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya atau dengan menggunakan APAR.

“Edukasi seperti ini penting dilakukan, kalau bisa lebih maksimal lagi, setidaknya paling kurang ya secara berkala seperti dua kali setahun di sekolah yang sama, begitu juga dengan sekolah lainnya, supaya ilmunya lebih melekat,” ungkapnya.

Faris juga menambahkan bahwa kedepannya AMSA akan melakukan kegiatan yang sama namun di tempat yang berbeda dengan harapan peserta dapat memahami dan memanajemen diri terhadap kebakaran dan luka bakar. []

Editor: Fayza Ramulan