Beranda Siaran Pers Mahasiswa PPG USK Laksanakan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah di LKSA

Mahasiswa PPG USK Laksanakan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah di LKSA

BERBAGI
Foto Bersama Mahasiswa PPG dan anak-anak Yayasan Muhammadiyah Punge, Banda Aceh. 18/06/2023 (Dok. Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Banda Aceh– Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan gelombang II Universitas Syiah Kuala (USK) laksanakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Penyantun Muhammadiyah Punge, Banda Aceh, pada Minggu (18/06/2023).

Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri dan diikuti oleh 15 siswa dan 6 pengasuh LKSA. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan dampak limbah minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta meningkatkan wawasan mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam kata sambutannya Pimpinan Yayasan Muhammadiyah, Mudhafar Anzari menyebut bahwa kegiatan ini memberikan manfaat terutama di LKSA Muhammadiyah.

“Saya yang mewakili dari Yayasan Muhammadiyah mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena kakak-kakak PPG sudah mau membuat acara yang bermanfaat ini di LKSA Muhammadiyah. Kalau biasa adik-adik membakar lilin, kali ini membuat lilin,” ucap Mudhafar Anzari selaku Pimpinan Yayasan Rumah Penyantun Muhammadiyah dalam kata sambutannya.

Nazar Muhammad, selaku  perwakilan PPG Prajabatan USK juga ikut memberikan kata sambutan dan apresiasi sekaligus membuka kegiatan ini .

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, ilmu ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Murnani, sebagai pemateri dalam acara tersebut menjelaskan mengenai bahayanya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Minyak jelantah merupakan minyak nabati seperti minyak kelapa sawit yang telah digunakan untuk penggorengan lebih dari 3 kali. Minyak jelantah ini berdampak buruk bagi kesehatan.

“Minyak jelantah dapat memicu kolesterol dan serangan jantung yang merupakan penyakit nomor satu di Indonesia saat ini,” jelas Murnani.

Limbah minyak jelantah tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk menanggulanginya. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi lilin aromaterapi yang juga memiliki peluang ekonomi.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Safrijal selaku pemateri. Dalam pemaparan materinya Safrijal juga menjelaskan bahwa minyak jelantah semakin meningkat setiap tahunnya.

“Setiap tahun minyak jelantah semakin bertambah, contohnya dari tahun 2016 ke 2017 saja mencapai bertambah semakin pesat dan akan semakin bertambah tiap tahunnya,” ujar Safrijal.

Safrijal juga ikut mendampingi demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah bersama anak-anak asuh LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah. Mulai dari penjernihan minyak jelantah hingga pengemasan lilin aromaterapi yang bernilai jual.

Selama menunggu lilin mengeras, panitia juga melaksanakan ice breaking dan pembagian doorprize untuk membangkitkan antusiasme partisipan.[]

Editor: Zafiramiska