
Siaran Pers
Darussalam-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan sosialisasi literasi media kepada masyarakat Generasi X di Museum Tsunami Aceh, pada Sabtu, 7 November 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan media digital secara bijak serta melindungi informasi pribadi dari berbagai bentuk penipuan digital.

Nasywa Kayla Zahra, salah satu anggota tim pelaksana, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan dengan mendatangi langsung pengunjung museum yang termasuk dalam kelompok Generasi X. Tim mengajak pengunjung berbincang dan mengikuti kegiatan edukasi melalui pemutaran video yang memuat materi literasi media. Ia menjelaskan bahwa pendekatan langsung tersebut dilakukan agar tim dapat menjangkau masyarakat sekaligus menyampaikan edukasi sesuai dengan sasaran kegiatan.
“Pada kegiatan ini, kami turun langsung menemui pengunjung Museum Tsunami Aceh, khususnya masyarakat Generasi X. Kami memperkenalkan diri terlebih dahulu, kemudian menjelaskan tujuan kegiatan dan mengajak mereka untuk ikut serta dalam sosialisasi literasi media,” ujar Nasywa.
Lebih lanjut, Nasywa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari riset mengenai literasi digital pada khalayak Generasi X. Melalui video edukasi berdasarkan kerangka Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tahun 2021, mahasiswa menyampaikan pentingnya menjaga informasi pribadi, tidak membagikan PIN kepada orang lain, serta mengenali berbagai bentuk penipuan digital.
“Melalui video yang kami tampilkan, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara menggunakan media digital dengan bijak, terutama dalam menjaga informasi pribadi dan mengenali berbagai bentuk penipuan digital yang sering terjadi,” tambahnya.
Salah satu pengunjung yang mengikuti sosialisasi turut membagikan pengalamannya sebagai korban penipuan dengan modus pemberian hadiah setelah bencana tsunami Aceh. Saat itu, pelaku mengaku akan mengirimkan hadiah, tetapi meminta sejumlah uang dengan alasan pembayaran pajak. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati ketika menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
“Sekarang Ibu lebih hati-hati. Kalau ada nomor yang tidak dikenal, memang tidak Ibu angkat lagi. Kita harus hati-hati, jangan memberikan nomor PIN kepada orang lain,” ungkap Masyitah.
Selain itu, beberapa pengunjung memberikan tanggapan positif terhadap video edukasi yang ditampilkan. Mereka menilai materi yang disampaikan mudah dipahami karena berkaitan dengan kejadian yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “Videonya cepat dimengerti,” ungkap beberapa pengunjung setelah menyaksikan video tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap sosialisasi literasi media dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya Generasi X, agar lebih bijak dan waspada dalam menggunakan media digital. Masyarakat diharapkan mampu melindungi informasi pribadi serta terhindar dari berbagai bentuk penipuan di ruang digital.[]
Editor: Kamilina Junita Damanik









