
Arami Rizkia & Davina Dara Meisya | DETaK
Darussalam-Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI) untuk menyelenggarakan kuliah umum dengan mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan dan Inovasi Mahasiswa: Mengawal Ketahanan Nasional demi Dampak Nyata bagi Negeri” di AAC Dayan Dawood USK pada Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan yang menghadirkan Ace Hasan Syadziky selaku Gubernur Lemhannas RI ini bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta mendorong peran mahasiswa dalam membangun kepemimpinan dan inovasi guna mendukung ketahanan nasional. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa USK sebagai peserta kuliah umum.
Dalam pemaparannya, Ace Hasan menyampaikan bahwa mahasiswa harus ditempatkan sebagai subjek transformasi kepemimpinan untuk memperkuat ketahanan nasional.

“Mungkin secara tidak sadar, ketika kita menggunakan telepon pintar dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya kita sudah menjadi bagian dari geopolitik. Kita harus mampu menempatkan diri ditengah persaingan tersebut. Itulah perspektif geopolitik. Kita hrus mentransformasi kepemimpinan mahasiswa untuk memperkuat ketahanan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kepada universitas yang ada di Aceh untuk tetap membentuk karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan tidak membungkam mahasiswanya.
“Saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada universitas yang ada di Aceh. Pertama, pembentukan karakter adalah kunci. Ilmu bisa dicari, tetapi karakter tidak bisa, kecuali dibiasakan, dibentuk, dan dibudayakan. Kedua, mengembangkan ilmu pengetahuan dan ketiga jangan membuat mahasiswa dibungkam, justru rasa kritis mereka harus dibangun,” tegasnya.
Ia berharap 10 tahun kedepan, mahasiswa, khususnya di USK, mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin yang dapat membawa kemajuan bagi Indonesia.
“saya berharap 10 tahun dari sekarang, mahasiswa USK akan mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin yang bisa membawa kemajuan bagi Indonesia,” harapnya.
Salah satu peserta, Syarifah Al Ma’firah mengatakan bahwa ketertarikannya mengikuti kuliah umum tersebut didasari keinginannya untuk memahami perkembangan teknologi AI serta pengaruhnya terhadap pola pikir masyarakat saat ini.
“Saya ingin mengetahui lebih jauh bagaimana perkembangan AI memengaruhi kehidupan masyarakat dan bagaimana generasi muda dapat menyikapi perubahan tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan mengenai kondisi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam melihat berbagai persoalan di Indonesia serta berani menyampaikan pendapat berdasarkan fakta dan data.
“Harapannya, mahasiswa dapat memiliki keberanian untuk menyuarakan kritik dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Dengan begitu, generasi muda dapat turut membawa perubahan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik menuju Generasi Emas 2045,” ucapnya.
Setelah pemaparan materi kuliah umum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Lemhannas RI dan USK.[]
Editor: Kamilina Junita Damanik









