Beranda Terkini Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Kenalkan Literasi Digital Melalui Board Game Interaktif DIGISCAPE

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Kenalkan Literasi Digital Melalui Board Game Interaktif DIGISCAPE

BERBAGI
Foto bersama dengan peserta sosialisasi DIGISCAPE. 31/10/2026. (Dok. Pribadi)

Naisya Alina | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar sosialisasi literasi digital melalui permainan papan interaktif bertajuk “DIGISCAPE: Lost in Algorithm” di Gedung Gelanggang, Sabtu 31 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan proyek akhir mata kuliah Literasi Media yang dibimbing oleh dosen pengampu, Uswatun Nisa. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan literasi digital generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan dua rangkaian kegiatan, yaitu pemaparan materi mengenai literasi digital dan pengenalan produk board game yang telah dirancang. Peserta kemudian diajak memainkan permainan tersebut secara berkelompok.

Salah satu peserta, Zahra Zakya Attamy, menilai permainan tersebut cukup mudah dipahami karena mengadaptasi konsep permainan Ludo yang sudah dikenal sejak kecil. Ia juga menyebutkan bahwa permainan tersebut memberinya pengetahuan baru, terutama melalui pertanyaan dan jawaban yang disampaikan peserta lain selama permainan berlangsung.

“Pas mereka dapat kolom pertanyaan, di situ juga jadi lebih tahu, kayak manfaat verifikasi dua langkah dan lain-lain. Jadi, saling mendengar jawaban dari teman itu menambah wawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kamilina Junita Damanik, peserta sekaligus pemenang permainan, menilai board game tersebut menjadi alternatif pembelajaran literasi digital yang menyenangkan. Menurutnya, peserta dapat memperoleh pengetahuan baru tanpa harus terus-menerus mendengarkan pemaparan materi atau membaca teori.

“Ada pengetahuan baru yang aku dapat, tapi memang belum terlalu banyak. Karena di beberapa titik permainan, kita bisa mendapatkan kartu yang berisi pertanyaan. Nah, bukan cuma dari kartu kita sendiri, dari kartu teman-teman juga kita bisa belajar. Ketika mereka menjawab pertanyaan, otomatis kita ikut mendengar dan mendapatkan pengetahuan baru dari sudut pandang mereka,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyarankan agar aturan permainan disederhanakan dan bahasa pada kartu pertanyaan dibuat lebih mudah dipahami. Hal tersebut dinilai penting agar peserta dapat memahami mekanisme permainan sekaligus menangkap materi yang disampaikan.[]

Editor: Zalifa Naiwa Belleil