Beranda Puisi Matahari Kemerdekaan

Matahari Kemerdekaan

BERBAGI
Ilustrasi puisi Matahari Kemeedekaan. (Selma Alifah/DETaK)

Puisi | DETaK

Sepanjang tiga puluh lima dasawarsa
Tumbang terlentang jutaan nyawa meradang
Jasad rebah
Darah tumpah
Negeriku merah

Kedatangan matahari itu (tak pernah) jadi ragu
Napas-napas serdadu deras beringas menggebu
Malam begitu ganas
Kita ditawan dan diburu oleh waktu

Iklan Souvenir DETaK

Di jalan Pegangsaan Timur Lima Enam
Pada tujuh belas Agustus empat lima
Pahlawan-pahlawan kebangsaan
Menggerakkan seribu langkah dalam satu tujuan:
Proklamasi dicetuskan

Lewat pikiran Bung Hatta dan teman-teman
Surat kepada matahari pun disusun
(Abjad-abjad matahari yang tanggal,
ditegakkan kembali dalam selembar kertas pernyataan)
Dan oleh Bung Karno dibakarlah barisan abjad tersebut
Hingga lahirlah matahari yang dinanti:
Merdeka!

Penulis bernama Ahlul Aqdi, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu anggota di UKM Pers DETaK.

Editor: Amanta Haura