Resensi | DETaK
Identitas Buku
Judul: Anak Kecil yang Kehilangan Pundaknya: Karena setelah dewasa, semua orang merindukan masa kecilnya.

Penulis: Khoirul Trian
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun terbit: 2023
Panjang/Lebar buku: 13 x 19 cm
Tebal buku: 164 halaman
ISBN: 978-602-208-250-7Harga: Pulau Jawa Rp83.000
Tentang Penulis
Penulis buku ini bernama Khoirul Trian, akrab disapa Trian. Ia lahir pada tanggal 26 September 1998. Penulis yang berasal dari Kalianda, Lampung Selatan ini pernah menempuh pendidikan di Program Studi Sosiologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Hingga saat ini, Trian telah mengeluarkan lima buku. Ia merupakan penulis yang dikenal memiliki gaya tulisan reflektif dan emosional dengan mengangkat tema keluarga, perjuangan hidup, luka batin, dan sebagainya. Selain menjadi penulis buku, Trian merupakan penulis naskah film pendek dan aktif menjadi konten kreator. Untuk mengenal Trian lebih lanjut, kamu bisa mampir ke akun Instagram: @khoirultriann, Tiktok: @khoirultrian dan Youtube: Catatan Khoirul Truann.
Sinopsis Buku
Buku ini mengisahkan perjalanan seorang anak kecil yang sedari dulu menghadapi kondisi keluarga yang kurang harmonis. Ia hanya bisa memandang anak-anak seusianya yang selalu diantar sekolah oleh orang tua mereka, sedangkan ia hanya berharap keluarganya memiliki sedikit saja waktu untuknya. Dari sini, kita dapat melihat bahwa terkadang orang tua terlalu sibuk memikirkan urusannya masing-masing tanpa menyadari bahwa anak mereka akan terus bertumbuh hingga beranjak dewasa.
Seorang anak kecil yang kehilangan pundaknya, ketika beranjak dewasa pun harus menghadapi “nyatanya” dunia. Sebelumnya, ia bahagia melihat hujan turun. Namun, kini hujan justru menjadi alasan untuk dirinya menangis dibawah langit.
Anak kecil ini sekarang mulai mencari jati diri. Merasa takut gagal? itu pasti. Bahkan, terkadang yang ia butuhkan cukup sederhana, yaitu seseorang yang mau mendengar keluh kesahnya. Berbeda dengan sebagian orang yang dari dulu sudah memiliki kehidupan lebih baik, tumbuh dalam keluarga berkecukupan dan diarahkan hidupnya oleh orang tua. Pada akhirnya, anak kecil yang telah tumbuh dewasa ini harus berdamai dengan apa yang telah berlalu serta menerima apa yang akan terjadi dimasa depan.
Tentang Buku
Buku “Anak Kecil yang Kehilangan Pundaknya” merupakan buku ketiga Trian. Buku dengan genre pengembangan diri dan refleksi ini lahir dari pengalaman trauma masa kecil, broken home, hingga berproses untuk berdamai dengan masa lalu.
Penulis menceritakan sosok anak laki-laki bungsu. Namun, baginya, tidak ada perbedaan antara menjadi anak bungsu, anak pertama, anak tengah dan anak tunggal, karena setiap anak memiliki beban masing-masing yang harus dipikul. Dengan nasibnya yang tidak seberuntung orang lain, hingga tumbuh dewasa pun ia masih mencari jati diri yang sebenarnya. Ya, anak kecil yang dimaksud adalah sosok penulis itu sendiri.
Trian menulis buku ini sebagai sebuah “surat terbuka” sekaligus pelukan hangat bagi orang-orang yang dipaksa dewasa sebelum waktunya. Buku ini tidak memiliki akhir cerita layaknya buku cerita lain karena hanya berisi kumpulan narasi pendek dan kalimat-kalimat puitis.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Buku yang ditulis oleh Trian ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Tema yang diangkat juga relate dengan kehidupan banyak orang, terutama orang dewasa yang sering merindukan masa kecilnya karena sudah memahami bagaimana pahitnya kehidupan. Pembagian pembahasan disini pun cukup jelas, dimulai dari kisah kecil si penulis hingga ia sudah dewasa dan berdamai dengan masa lalunya. Banyak pesan yang dapat diambil dari buku ini, hingga dapat menjadi bahan refleksi bagi pembaca.
Akan tetapi, karena terlalu emosional dan reflektif, bagi pembaca yang menyukai buku sistematis dan teoritis akan merasa beberapa bagian dibuku dijelaskan kurang rinci. Kemudian, mungkin banyak pembaca yang merasa cocok dengan hal-hal yang diceritakan dalam buku. Namun, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, begitu pula dengan cara mereka menghadapi atau menyelesaikan setiap masalah. Pembaca yang tidak berada persis pada posisi penulis tentu dapat memiliki sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, buku ini mungkin tidak memberikan pengalaman membaca yang sama bagi setiap orang.
Penulis bernama Davina Dara Meisya, Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Naisya Alina










