Beranda Editorial Sistem Keamanan di USK Patut Dipertanyakan

[Editorial] Sistem Keamanan di USK Patut Dipertanyakan

BERBAGI
Ilustrasi. (Wendi Amiria/DETaK)

Redaksi | DETaK

Universitas Syiah Kuala (USK) adalah sebuah lembaga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang merupakan jantong hate rakyat Aceh. Sebutan jantong hate ini bukan tanpa sebab, karena kampus ini telah menorehkan berbagai prestasi gemilang terutama pada tahun 2021, di antaranya menjadi kampus terbaik se-Sumatera menurut webometrics, meraih juara 2 lomba debat bahasa Arab di tingkat Asean, dan berbagai prestasi lainnya. USK juga telah menjadi kampus yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) sejak tahun 2018, status BLU ini memberikan kebebasan yang lebih besar bagi kampus USK untuk mengelola segala keperluan kampus, terutama fasilitas kampus dan keuangan. Penyebutan kampus dengan status BLU ini seharusnya juga menunjang berbagai fasilitas perguruan tinggi yang diperlukan, salah satunya mengenai keamanan. Keamanan menjadi hal yang penting sekaligus urgensi pada saat ini, bahkan keamanan di USK sendiri masih patut dipertanyakan.

Hal ini menjadi suatu pembicaraan yang rawan dikarenakan berbagai kejadian telah terjadi di kampus USK yang menyangkut dengan keamanan. Dikutip dari berita yang dikeluarkan oleh detakusk.com, dua orang mahasiswi USK diduga jadi korban pencopetan di Jalan Inong Balee, kasus ini sebenarnya bukan merupakan hal yang pertama kali terjadi, pada tahun 2018 kasus serupa juga terjadi dan melibatkan mahasiswa USK. Lagi-lagi hal ini dikarenakan keamanan yang berupa lampu penerangan jalan yang tidak merata terpasang di seluruh wilayah kampus.

Iklan Souvenir DETaK

Kasus lain terjadi tahun 2019, saat salah seorang mahasiswa USK kehilangan helm saat memarkirkan kendaraannya di RKU. Berita kehilangan barang ini juga terjadi di Gelanggang Mahasiswa, tepatnya salah seorang anggota UKM Merpati Putih mengaku kehilangan handphone di Sekretariat Gelanggang. Kejadian ini membuktikan bahwa keamanan di USK masih belum berjalan dengan baik.

Lampu penerangan jalan dan minimnya keamanan di sekitar kampus masih menjadi PR kita bersama, khususnya bagi pihak yang menamakan dirinya sebagai pejabat kampus. Hal ini menjadi sangat penting dan urgensi ketika kasus kriminal telah terjadi, bahkan untuk keberapa kalinya. Semoga dengan adanya berbagai kejadian ini tingkat keamanan di USK dapat segera ditingkatkan, dan kasus-kasus yang tidak mengenakkan tersebut tidak terulang lagi.[]