Beranda Terhangat Aksi Demonstrasi berakhir dengan kekerasan di sekretariat Bem USK

Aksi Demonstrasi berakhir dengan kekerasan di sekretariat Bem USK

BERBAGI
Kaca Sekretariat BEM USK pecah usai kericuhan yang terjadi pasca Aksi Demonstrasi Jilid IV. 18/05/2026 2026 (Zikni Anggela/ DETaK)

Zikni Anggela & Ade Irma Aprianti | DETaK

Darussalam – Aksi Demonstrasi Jilid IV terkait pencabutan Pergub UU No. 2 Tahun 2026 dinilai telah berakhir pada Senin, 18 Mei 2026, yang ditandai dengan penyerahan petisi oleh massa aksi di Kantor Gubernur Aceh. Namun, situasi kembali memanas pada pukul 18.30 WIB ketika sekelompok massa mendatangi Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK) di kawasan Gelanggang Mahasiswa.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kedatangan massa ke sekretariat tersebut.

Iklan Souvenir DETaK

Berdasarkan keterangan salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya, saat kejadian sekretariat BEM USK tengah digunakan oleh Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) untuk kegiatan pengambilan foto dan kajian internal.

“Divisi PSDM lagi pengambilan foto dan kajian, tiba-tiba di luar ramai, lalu pintu dilempar pakai batu, terus saling nyolot dan menentang, sampai yang ngomong ini dicekek,” ujar saksi.

Menurut saksi, situasi mulai memanas ketika terjadi adu argumen antara pihak di dalam sekretariat dan massa di luar. Kericuhan tersebut kemudian berujung pada pecahnya kaca sekretariat.

Saksi menyebut, sebelum insiden terjadi, pihak di dalam ruangan telah beberapa kali mengingatkan bahwa terdapat mahasiswi di dalam sekretariat. Namun, peringatan tersebut disebut tidak dihiraukan.

“Tiba-tiba kaca pecah dan udah berulang kali bilang ada perempuan, tapi nggak digubris. Bahkan sampai menteri itu harus dijahit kakinya karena kena kaca yang pecah,” lanjutnya.

Akibat insiden tersebut, salah satu pengurus BEM USK dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena pecahan kaca dan harus mendapatkan penanganan medis.

Saksi juga menyebut massa mulai membubarkan diri menjelang atau setelah waktu magrib.

“Setelah teriak berulang kali kalau di dalam ada perempuan, barulah mereka mundur dan pulang. Itu perkiraan magrib atau setelah magrib,” katanya.

Sementara itu, pihak BEM USK menghimbau bahwa sekretariat untuk sementara belum dapat digunakan sebagaimana mestinya hingga waktu yang belum ditentukan akibat dampak dari insiden tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. [*]

Editor: Kamilina Junita Dmanik