Artikel | DETaK
Mungkin banyak dari kita yang sebelumnya mendengar istilah sahur on the road. Namun tau gak kalian apa makna dari istilah kata tersebut? Nah, sahur on the road ini merupakan kegiatan pelengkap ramadhan di mana kegiatan ini mulai dipopulerkan semenjak tahun 2000-an. Kegiatan di sini tentunya bermakna positif. Salah satu hal menarik yang dilakukan yaitu membangunkan masyarakat untuk sahur atau membagikan makanan sahur kepada saudara Muslim yang membutuhkan. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara berkelompok, para pemuda-pemudi saling bahu membahu dalam membantu untuk kebaikan.
Di Aceh sendiri hal yang sangat menarik yaitu pada saat waktu sahur pemuda-pemuda kampung saling sahut menyahut di microphone masjid untuk membangunkan masyarakat untuk segera sahur. Tentunya hal yang dilakukan pun beragam mulai dari bersolawat dengan penuh penghayatan, ada juga yang tanpa basa-basi menyeru masyarakat untuk segera bangun agar tidak ketinggalan sahur, dan tentunya ada juga si biang kerok yang melakukan kericuhan di mic Masjid. Hal ini bisa dikatakan suatu yang biasa bagi masyarakat di kampung-kampung.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat Aceh terkenal dengan syariah agama yang sangat kental. Hal itu menjadikan masyarakat Aceh sudah terbiasa dibangunkan setiap mendekati sahur dengan menggunakan mic masjid. Sebagai salah satu amalan sunah yang dianjurkan Nabi SAW, sahur memiliki keutamaan tersendiri. Imam Nawawi rahimahullah berkata “Barokah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 206).
Terlepas dari itu semua, tentunya pasti ada beberapa kenakalan-kenakalan yang dilakukan remaja di malam bulanĀ Ramadhan. Hal ini tidak dapat dipungkiri seperti halnya balapan liar. Namun hal ini bisa diatasi oleh masyarakat dengan bekerja sama dengan para aparatur kepolisian. Sehingga hal ini juga menjadi suatu hal yang harus cepat ditangani agar tidak terjadinya hal yang tidak diinginkan pada malam bulan ramadhan.[*]
Penulis bernama Anis Monika, mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. Ia merupakan salah satu anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.
Editor: Della Novia Sandra




![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)





