
Zalifa Naiwa Belleil & Defi Ulantari | DETaK
Darussalam– Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mengharumkan nama kampus di tingkat internasional dengan meraih Silver Medal pada kategori Health Essay dalam ajang 5th International Youth Summit 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “ZONAVEC: A Climate-Informed Vector Risk Zoning Platform for Early Prevention of Aedes-Transmitted Diseases.” Ide ini menawarkan platform berbasis data iklim yang dirancang untuk membantu prediksi dan pencegahan dini penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes, seperti demam berdarah dengue.
Tim yang terdiri atas Hikmatus Sabra sebagai ketua tim, Anisatur Rahmi, Deena Nadheera, dan Hayfa Ramadhani Zainal mendapat bimbingan dari Muhammad Ansari Adista, M.Pd.Ked., Sp.N. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan dan inovasi dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Menurut Anisatur Rahmi, ide ZONAVEC lahir dari keprihatinan tim terhadap tingginya kasus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Perubahan iklim yang memengaruhi pola penyebaran nyamuk Aedes juga menjadi salah satu alasan utama pengembangan inovasi tersebut.“Kami melihat bahwa kemajuan teknologi dan pemanfaatan data masih memiliki potensi besar untuk mendukung upaya pencegahan penyakit secara lebih dini,” ujarnya.
Dalam proses persiapan lomba, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari membagi waktu di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, organisasi, hingga tugas akademik lainnya. Selain itu, mereka juga harus melakukan kajian literatur secara mendalam dan menyusun presentasi yang mampu menjelaskan konsep kompleks secara sederhana kepada juri maupun peserta dari berbagai latar belakang. Meski demikian, berbagai kendala tersebut berhasil diatasi melalui kerja sama tim yang solid.
Hasilnya, mereka sukses membawa pulang medali perak dan membuktikan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Anisatur berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide, melakukan riset, serta berpartisipasi dalam kompetisi nasional maupun internasional.
“Jangan takut untuk mencoba meskipun merasa belum sempurna, karena sering kali proses belajar dan keberanian untuk memulai adalah langkah pertama menuju sebuah prestasi,” katanya. Ia juga berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari mahasiswa Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masa mendatang. []
Editor: Naisya Alina









