Puisi | DETaK
Tidak semua yang indah harus gemuruh,
kadang ia hadir perlahan….
seperti pagi yang membuka jendela

tanpa suara.
Langit tidak pernah tergesa
menjadi biru,
ia berubah perlahan
seolah tahu
bahwa yang tenang pasti lama tinggal
di hati.
Ada hal-hal kecil yang sering kita lewatkan,
secangkir hangat di antara dingin,
angin yang singgah tanpa permisi,
dan senyap yang ternyata
tidak pernah benar-benar sepi.
Kita terlalu sering mengejar yang jauh,
hingga lupa
bahwa bahagia kadang hanya
berjarak satu tarikan napas,
dan cukup untuk hari ini saja.
Jadi biarkan langkahmu ringan,
tak perlu selalu berlari.
Sebab yang sederhana itu tidak menuntut banyak,
namun selalu tahu
cara membuat hati pulang.
Musfirah, Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Statistika, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Sara Salsabila










