
Cut Dira Alya Gadiza [AM] & Kamilina Junita Damanik [AM] | DETaK
Darussalam – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih juara tiga pada ajang Lomba Kreativitas Mahasiswa Antar PTN Wilayah Barat 2025 yang dilaksanakan oleh Universitas Andalas pada 22–30 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs 2030.
Kompetisi ini memiliki tiga cabang lomba, yakni Essai Kreatif Sosial, Desain Proyek Inovasi Sosial, dan Media Kreatif atau Kampanye Sosial. Adapun subtema yang diangkat meliputi: pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, kota dan komunitas berkelanjutan, serta aksi iklim.

Tim mahasiswa FISIP USK terdiri atas Dimas Alvi Lyandra dari Program Studi Sosiologi sebagai ketua tim, M. Alwi Almusharif dari Ilmu Politik, serta Rizka Rahmatillah dari Sosiologi.
Tim mahasiswa FISIP USK memilih cabang lomba Essay Kreatif Sosial dengan mengangkat judul “Merekonstruksi Nusantara: Pemuda, Teknologi, dan Gerakan Ekologis dalam IKN sebagai Green Smart City.”
Dimas Alvi Lyandra selaku ketua tim mengungkapkan rasa syukur atas capaian timnya yang berhasil meraih juara tiga pada ajang antar PTN wilayah barat. Ia mengatakan, keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan pembimbing dan teman-teman yang turut membantu proses penulisan. Meski bangga dengan hasil tersebut, Dimas menambahkan bahwa ia dan tim tetap melakukan refleksi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan karya mereka.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapatkan juara 3, berkat ya dukung pembimbing dan juga teman-teman. Namun dalam mendapatkan juara 3 ini kami juga refleksi untuk mencari kesalahan-kesalahan dalam kepenulisan tersebut,” ujar Dimas.
Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa selama mengikuti lomba, timnya tidak menghadapi tantangan berarti. Namun, mereka tetap melakukan evaluasi terhadap karya yang dihasilkan, khususnya pada aspek kedalaman data dalam esai yang dinilai masih perlu diperhatikan lebih jauh. Ia menilai, penguatan data menjadi hal penting agar tulisan mereka tidak hanya menarik secara gagasan, tetapi juga kuat secara argumentatif.
“Untuk tantangan sejauh ini tidak ada, namun menyoroti aja terkait kedalaman data dalam esainya perlu disoroti, untuk yang lain tidak ada,” ujar Dimas.
Dimas berpesan agar mahasiswa FISIP USK yang gemar mengikuti lomba karya tulis ilmiah (KTI) dan esai tetap konsisten dalam menulis. Ia menilai, kekalahan bukan akhir, melainkan ruang untuk melahirkan ide-ide baru dan solusi yang lebih baik di karya berikutnya.
“Pesannya mungkin, untuk teman-teman yang juga sering mengikuti lomba KTI dan esai, yang paling terpenting dalam menulis ialah konsisten. Kekalahan dalam setiap lomba adalah pintu masuk ke dalam ruang-ruang ide untuk memberikan solusi di setiap tulisan esai yang akan dibuat nantinya. Jadikan kekalahan sebagai pembelajaran dan motivasi,” ujar Dimas. []
Editor: Khalisha Munabirah









