Beranda Terkini IKALFA Gelar Healthcare Initiative Project 2.0

IKALFA Gelar Healthcare Initiative Project 2.0

BERBAGI
Foto bersama dengan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa pada kegiatan Healthcare Initiative Project Multi Purpose Hall Fatih Bilingual School. 13/07/2025. (Dok. Panitia)

Selvi Dianingsih & Rizki Mauliza Yanti l DETaK 

Darussalam-Ikatan Alumni Fatih (IKALFA) menyelenggarakan Healthcare Initiative Project (HIP) 2.0 dengan tema “Deteksi Dini, Sehat Hingga Nanti” yang diselenggarakan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Multi Purpose Hall Fatih Bilingual School.

Ketua IKALFA, Lena Hanida, S.Ars, menjelaskan bahwa Healtcare Intiative Project 2.0 merupakan program tahunan dari ikatan alumni Al Fatih yang berfokus pada penyuluhan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa dan anak yatim khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Iklan Souvenir DETaK

“Healthcare Intuitive Project 2.0 merupakan program tahunan dari ikatan alumni al-fatih, program 2 tahunan sekali, kita sudah pernah mengadakan ini sekali, ada HIP 1 di tahun 2023, kegiatannya berbeda sebenarnya tapi intinya adalah memberi pelayanan kesehatan gratis kepada yatim dan duafa, intinya itu. Untuk masyarakat banda aceh dan aceh besar,” jelasnya.

Ketua panitia Dr. Thyfa Annisa mengungkapkan alasan memilih tema “Deteksi Dini, Sehat Hingga Nanti”. Fokus utama ada tiga: pertama, langkah pencegahan untuk kelompok berisiko seperti lansia agar mencegah penyakit seperti hipertensi dan diabetes melalui skrining. Kedua, memberikan pengobatan bagi yang sudah sakit. Ketiga, membatasi komplikasi penyakit yang ada. 

“Alasan kami memilih tagline “deteksi dini, sehat hingga nanti” adalah kami fokuskan sebenarnya ada 3, pertama adalah langkah preventif atau pencegahan, jadi sebelumnya adanya penyakit kita lihat pada kelompok berisiko seperti lansia, mereka itu rentan terhadap penyakit, seperti hipertensi, diabetes. Pada kelompok mereka kita skriningkan atau kita lihat upaya pencegahannya, seperti pasien hipertensi kita cek tensinya secara berkala, dan itu merupakan upaya preventif. Yang kedua adalah ketika sudah ada yang sakit, kita sembuhkan. Yang ketiga adalah yang sudah komplikasi banyak penyakit, dan kita limitasi supaya tidak terlalu banyak penyakitnya,” ungkapnya.

Ada lima program dalam inisiatif ini. Pertama, konsultasi dokter spesialis untuk lansia terkait penyakit umum. Kedua, menyediakan layanan konsultasi psikologi untuk mahasiswa, yang merupakan kelompok rentan. Ketiga, penyuluhan dan deteksi dini untuk ibu hamil untuk menghindari masalah kesehatan. Keempat, kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak yang memiliki kebersihan yang kurang baik. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan berbagai kelompok masyarakat secara komprehensif.

Salah satu peserta, Raisya Luthfia (21 tahun), membagikan pengalamannya mengikuti konseling kesehatan mental pada kegiatan HIP 2.0. 

“Awalnya saya ragu, tapi setelah berbicara dengan psikolog, saya merasa sangat lega. Saya jadi tahu bahwa perasaan cemas dan stres itu wajar, dan ada cara untuk mengelolanya. Saya jadi lebih berani untuk minta bantuan, dan rasanya seperti beban di pundak saya mulai terangkat,” tuturnya.

Lena Hanida, berharap dengan terlaksananya kegiatan HIP 2.O ini memberikan dampak positif dan memotivasi banyak orang untuk berbuat baik dan membuat semua alumni memahami pentingnya membantu orang yang membutuhkan.

“Sebagai ketua alumni, harapan saya semua alumni memahami pentingnya membantu orang yang membutuhkan. Kami merasa bertanggung jawab untuk memanfaatkan ilmu yang telah kami pelajari. Saya juga ingin pemerintah dan masyarakat menjadi motivasi untuk melakukan kegiatan yang dapat membantu orang lain. Banyak ibu-ibu yang membutuhkan bantuan biaya untuk perawatan medis, dan kami bisa menjembatani kebutuhan ini. Kami dapat meminta dukungan dari masyarakat dan banyak yang bersedia membantu, termasuk pemerintah dan dokter. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif dan memotivasi banyak orang untuk berbuat baik,” harapnya.[]

Editor: Nasywa Nayyara Tsany