
Rizfa Maghfirah [AM] & Rizki Mauliza Yanti [AM] | Detak
Darussalam-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan sekolah orasi pada Rabu, 09 Oktober 2024 di Aula Lantai III FISIP. Kegiatan ini mengusung tema “Konsep Dasar Logika dan Berfikir Kritis”
Ammar Malik Nabil, Ketua Panitia, mengatakan bahwa motivasinya menyelenggarakan Sekolah Orasi ini karena termotivasi untuk mengajak mahasiswa-mahasiswa dalam berpikir kritis, progresif dan interaktif sebagai dasar dalam beretorika.

“Kami dari BEM FISIP USK ingin membuat suatu program sekaligus menghidupkan kembali budaya-budaya berpikir kritis, progresif dan interaktif agar teman-teman tidak hanya pandai dalam beretorika tetapi tetap menggunakan dasar-dasar logika,” ujarnya.
Iqbal Ahmady, pemateri dalam Sekolah Orasi ini menjelaskan bahwa berpikir kritis perlu dimiliki mahasiswa karena berkaitan dengan proses berpikir yang berdasarkan intelektual yang melahirkan opsi-opsi lain yang juga memuat fakta untuk dapat menghasilkan kesimpulan rasional.
“Nah, logika itu ketika dia bisa dalam kondisi yang baik dan bagus yang secara konseptualnya akan menghasilkan pikiran yang kritis. Proses berpikir intelektualitas adalah mekanisme bagaimana a, b, c yang mana fakta-fakta tadi dihimpun menjadi sebuah kesimpulan yang rasional,” ujarnya dalam pemaparan materi.
Pada generasi z berpikir kritis sangat dibutuhkan sebagai modal untuk dapat melihat sudut pandang masalah dari ragam sisi, selain itu juga untuk meningkatkan skill komunikasi dan public speaking.
“Alasan saya ikut Sekolah Orasi Orasi Fisip ini karena saya berkeinginan untuk meningkatkan skill komunikasi dan juga public speaking saya. saya mengetahui bahwa kita akan dilatih untuk berpikir kritis. Dimana berpikir kritis sekarang adalah modal yang sangat kuat, apalagi kita ini gen Z,” jelas Salsabila Rizky Vonna, salah satu peserta yang datang.
Sekolah orasi pertama fisip ini yang terbuka untuk umum, sehingga manfaat nya juga dapat dirasakan oleh mahasiswa fakultas lain yang dalam menjalani kehidupan perkuliahan tidak dapat mendapatkan ilmu ini didalam proses belajar didalam kelas, salah satunya Muhammad Rafi Ramadhan Siregar, salah satu mahasiswa dari Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) yang menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegiatan ini.
“Kesan saya selama mengikuti sekolah orasi fisip ini merupakan suatu pengalaman baru dan ilmu yang baru bagi saya, yang dimana saya adalah mahasiswa dari Fakultas Kelautan dan Perikanan yang mungkin ini jauh dari ilmu dasar yang saya pelajari. Dan harapan saya semoga akan lahir pelopor-pelopor ilmu politik yang baru di setiap fakultas di Universitas Syiah Kuala,” ungkapnya.[]
Editor : Zarifah Amalia









