Puisi | DETaK
Bertahun silam
Ku dengar ustadz menceritakan tentangmu
Tentang keistimewaanmu
Tentang kelebihanmu
Kelebihan malam lailatul qadar
Kala itu diri ini masih berseragam merah putih
Umurku belum genap sepuluh tahun
Masih menjadi si kecil yang mengemaskan
Tak kupedulikan cerita ustadz kala itu
Kuanggap saja sebuah angin lalu

Namun, ternyata
Malam itu bukan malam biasa
Jika aku beribadah, berlipat ganda pahalanya
Malam itu dinantikan oleh umat islam
Lebih dari seribu bulan bandingannya
Kini, aku sedang berdiri
Di atas bentangan sajadah
Mengumam niat yang suci
Kuikrarkan pada diri sendiri
Tak akan kusiakan kesempatan yang diberi
Keutamaan malam lailatul qadar
Penulis adalah Nabiela Humaira, ia merupakan mahasiswi Jurusan Sosiologi, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.
Editor: Refly Nofril










