Anis Monika | DETaK
Darussalam– Berkaitan dengan SK yang dikeluarkan Universitas Syiah kuala (USK) terkait dengan pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat I BPJS Ke Klinik Pratama USK, beberapa mahasiswa mengeluh karena kebijakan yang dianggap kurang efektif untuk diberlakukan.
Hajida Sukma, salah seorang mahasiswi USK mengatakan bahwa pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingakat I BPJS Ke Klinik Pratama USK membebaninya karena jarak rumah yang jauh dari kampus.

“Sangat membebani, dikarenakan saya merupakan mahasiswi yang rumahnya jauh dari kampus,” pungkasnya.
Lebih lanjut, salah seorang mahasiswi USK dari Aceh Selatan, Nisa Ulma Fiqrah, juga mengungkapkan kesulitannya dalam melakukan pemindahan ini mengingat jarak dan waktu saat libur semester nanti.
“Sebenarnya tidak apa-apa karna posisi sekarang masih ada di kampus. Sedangkan sebagai mahasiswi yang di luar daerah ketika pulang ataupun libur semester menjadi kesusahan jika askes dipindahkan. Apalagi pemindahan hanya bisa dilakukan 3 bulan sekali,” katanya.
Selain itu, Fatia Zahira Fauzi mahasiswi USK asal Banda Aceh menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan yang dibuat. “Kurang setuju, karena kalo mau berobat ke dokter spesialis disitu dokter takutnya gaada. Terus kalo mau minta surat rujukan takutnya susah juga. Takutya pas udah mindahin ada kecelakaan atau gimana, berobatnya susah,” ujarnya.
Namun dibalik keresahan beberapa mahasiswa, Zamna dari Teknik Geofisika mengatakan bahwa secara pribadi ia tidak mempermasalahkan keputusan tersebut, namun ada baiknya pihak yang mengeluarkan SK tersebut memikirkan keputusannya lebih lanjut, dengan memberikan solusi dan intruksi yang imbang.
“Cukup meresahkan mahasiswa karna banyak yg panik. Namun secara pribadi biasa aja karna belom pernah kerumah sakit dan sekarang juga berstatus mahasiswa semester akhir. Namun kalo disuruh boleh namun beri solusi yg tidak memberatkan. Sebelum dibuat lebih baik dipikirkan terlebih dulu. Kalo mau dibuat SK buat solusi yang baik. Berilah instruksi yang imbang bagi mahasiswa,” ungkapnya.[]
Editor: Aisya Syahira










