Beranda Terhangat Mahasiswa KKN USK Ajarkan Masyarakat Upcyle Baju Bekas Menjadi Totebag

Mahasiswa KKN USK Ajarkan Masyarakat Upcyle Baju Bekas Menjadi Totebag

BERBAGI
Mahasiswa KKN kelompok XXI 167 foto bersama setelah melakukan demonstrasi upcycle baju bekas menjadi totebag. 22/06/2022. (Dok. Panitia)

Putri Delvina | DETaK

Bebesen- Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala (USK) kelompok 167 di Desa Umang melakukan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi dengan mengusung tema “Upcycle Baju Bekas Menjadi Produk Baru” pada 22 Juni di Desa Umang Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan ini menyesuaikan dengan tema KKN USK tahun ini yaitu “Melalui KKN Kolaborasi dan Reguler Periode XXI Kita Tingkatkan Pengembangan Potensi Green Economy dan Masyarakat Bebas Stunting”.

Iklan Souvenir DETaK

Kegiatan ini membahas tentang limbah pakaian serta bagaimana memanfaatkan limbah tersebut menjadi sesuatu hal yang bermanfaat. Sosialisasi ini diikuti oleh para remaja yang ada di desa Umang. Adapun tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran khususnya bagi remaja untuk memikirkan dampak yang terjadi terhadap lingkungan jika tidak selektif dalam membeli busana.

Setelah melakukan sosialisasi, Putri Balqis selaku Ketua Kegiatan langsung mendemonstrasikan pembuatan totebag dari baju bekas. Ia menjelaskan tahap demi tahap proses pembuatan totebag tersebut yang langsung dipraktikkan oleh para remaja.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi limbah pakaian/tekstil yang sangat mempengaruhi pencemaran lingkungan. Sasaran kegiatan ini adalah remaja karena pada masa remaja lagi giat-giatnya untuk ingin tampil keren dan tampil bergaya. Saya sangat berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran para remaja. kita boleh saja tampil keren dan bergaya tetapi juga harus memikirkan dampak untuk lingkungan serta bagaimana cara mengatasi dampak tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Agil Fahrulrozi selaku Ketua Kelompok KKN di Desa Umang sangat mengapresiasi remaja desa Umang karena sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap apa yang diajarkan dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Umang.

“Saya harap apa yang kami ajarkan bisa bermanfaat bagi banyak orang khususnya warga Desa Umang. Dan semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah kesadaran bagi masyarakat untuk mengurangi limbah fashion dan memilah-milah dalam membeli pakaian,” ujarnya.

Sebelum menutup kegiatan sosialisasi ia juga memberikan beberapa tips dalam memilih busana di antaranya seperti memilih baju yang tidak termakan zaman artinya baju tersebut bisa dipakai sampai kapan pun, seperti baju kemeja dan baju polos lainnya agar mudah dipadu padankan dengan busana lain.[]

Editor: Sahida Purnama