
Rossdita Amallya | DETaK
Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Universitas Syiah Kuala (USK) telah mengadakan technical meeting untuk peresmian dimulainya Liga Catur Online Mahasiswa USK 2022 pada Sabtu, 5 Maret 2022. Ajang tersebut akan diselenggarakan dari 6 s.d 27 Maret 2022 secara online melalui aplikasi Lichess.org.
Di dalam technical meeting yang diadakan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 28 partisipan itu, Muhammad Ihsan, salah satu pengurus UKM Catur USK menyampaikan regulasi (peraturan) yang harus dipatuhi oleh para peserta Liga Catur Online Mahasiswa USK 2022.

Ihsan menjelaskan Syarat dan Ketentuan yang harus dimiliki peserta yang berpatisipas dalam ajang Liga Catur online mahasiswa USK 2022.
“Untuk syarat dan ketentuan yang pertama itu jelas mahasiswa atau mahasiswi aktif Universitas Syiah Kuala. Yang kedua yaitu memiliki akun Lichess, ketiga yaitu non master, yang keempat itu non engine . Non engine nih maksudnya tidak menggunakan program komputer ya,” tuturnya.
Ihsan juga mengatakan tentang kategori dan waktu pikir para peserta selama pertandingan berlangsung serta format dan teknis pertandingan di mana ia menekankan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas.
“Kita kategorinya ada perorangan mahasiswa Universitas Syiah kuala dan waktu pikir masing-masing peserta itu 7 menit dengan kenaikan waktu 3 detik. Nah, format dan teknis pertandingan yaitu yang pertama menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Jika dicurigai langkah-langkah yang menggunakan bantuan engine nantinya wasit akan memperiksa kembali hasil pertandingan yang bersangkut,” jelasnya.
Pertandingan dilaksanakan menggunakan aplikasi Lichess dengan jeda di setiap babaknya selama satu menit dan pertandingan dilakukan sebanyak 6 babak. Sebanyak 4 babak penyisihan dan 1 grandfinal dengan setiap peringkat 5 besar di setiap putaran masuk ke babak grandfinal dan tidak diperbolehkan mengikuti permainan di babak berikutnya.
“Pertandingan menggunakan aplikasi Lichess, waktu jeda setiap babak itu 1 menit. Pertandingan menggunakan 6 round via system. Pairing dan warna buah yang dipegang dilaksanakan secara otomatis oleh Lichess. Nah, jadi di dalam pertandingan yang megang buah putih maupun buah itam itu udah tersistem sendirinya nanti di aplikasi Lichess. Pertandingan terdiri dari 4 babak penyisihan dan satu putaran grandfinal. Nah, setiap peringkat 5 besar setiap putaran itu berhak melaju ke grandfinal dan peserta yang melaju ke babak grandfinal tidak diperkenankan bermain di putaran berikutnya,” terang Ihsan.
Ihsan melanjutkan, bahwa apabila peserta melakukan kecurangan, mereka akan langsung didiskualifikasi dan dinyatakan kalah. Dan apabila terjadi permasalahan non teknis dalam pertandingan maka itu menjadi tanggung jawab peserta.
“Peserta yang melakukan kecurangan itu langsung didiskualifikasi dan dinyatakan kalah. Apabila ada permasalahan non teknis dalam pertandingan maka itu menjadi tanggung jawab peserta. Ketika ada gangguan jaringan saat pertandingan grandfinal berlangsung yang mengakibatkan Zoom tidak on maka panitia dan wasit akan memberi kompensasi waktu selama 1 menit, lewat batas waktu maka peserta tersebut akan dinyatakan kalah,” imbuhnya.
Terakhir, Ihsan mengatakan bawa untuk sistem hadiah, apabila akun peserta di-banned oleh Lichess maka ia tidak berhak mendapat hadiah. Verifikasi penyesahan pemenang akan dilakukan oleh panitia dan wasit. Distribusi hadiah dilaksanakan paling lama hari kedua pasca grandfinal dan untuk pengumuman final pemenang akan dilakukan setelah verifikasi selesai.
“Untuk sistem hadiahnya tu, akun yang di-banned oleh Lichess dinyatakan tidak berhak akan hadiah secara otomatis maka peringkat yang di bawahnya itu akan berubah naik ke atas dan verifikasi penyesahan pemenang dilakukan oleh panitia dan wasit dalam estimasi paling lama itu 2×24 jam dan distribusi hadiahnya dilakukan paling lama 2 hari pasca pertandingan grandfinal dan pengumuman final pemenang akan dipublis setelah verifikasi selesai dilakukan,” pungkasnya.[]
Editor: Amanta Haura









