Indah Latifa | DETaK
Darussalam- Beasiswa Bidikmisi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2019 dilaporkan telah cair pada Selasa, 09 November 2021. Setelah sempat dinanti-nantikan akhirnya dana beasiswa tersebut sampai ke rekening mahasiswa angkatan 2019. Beberapa mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang diwawancarai via WhatsApp menyampaikan tanggapannya.
Nurul, seorang mahasiswa di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam merasa bersyukur sekaligus kecewa karena Bidikmisi yang terlambat cair.

“Alhamdulillah BM-nya udah cair, ya walaupun sudah telat dari biasanya agak kecewa juga karna sebagian besar dari kami bergantung pada dana ini seperti membeli keperluan kuliah dan sebagainya. Mohon untuk ke depannya pencairan dana bisa dicairkan sesuai jadwal biasanya,” ujar Nurul.
Hampir senada, Regita Hadid, mahasiswa Jurusan Biologi mengatakan bahwa dia sedikit kesal dengan telat cairnya beasiswa ini karena sangat butuh biaya untuk membeli paket internet.
“Agak sedikit kesal karena di saat-saat kayak gini memang sangat membutuhkan duit untuk membeli paketan internet untuk kuliah. Cuman kalau misalnya telat kan bingung, duitnya dari mana untuk beli paketan apalagi paketan tu per bulan belinya dan harganya lumayan mahal jadi kalau misalnya telat kan kita butuh extra duit untuk bayar kuota. Walaupun ada kuota dari pemerintah tapi itu nggak cukup soalnya kan kita juga pakai untuk hal lain gitu. Kita butuh informasi nggak cuman dari WA atau Google kita perlu informasi dari sosial media lain gitu untuk informasi tambahan kayak gitu jadi agak sedikit sedih waktu telat cair, cuman Alhamdulillah udah cair jadi udah sedikit lega,” tutur Regita.
Ia menambahkan bahwa lebih baik beasiswa Bidikmisi cair sebelum atau beberapa minggu setelah perkuliahan dimulai karena ada banyak keperluan yang harus disiapkan untuk semester baru.
“Bagus sih telat cair supaya uangnya bisa lebih tahan lama. Cuman kan lebih baik kalau misalnya cairnya itu sebelum masuk perkuliahan atau beberapa minggu setelah perkuliahan dimulai. Karena kan kalau misalnya sebelum kuliah tuh ada banyak hal yang perlu kita siapkan untuk masuk ke semester baru dan kalau misalnya beberapa minggu setelah kuliah juga cairnya kan masih bisa mentoleransi lah keterlambatan dalam persiapan perkuliahannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Nur Aida Zh, mahasiswi Jurusan Sosiologi mengatakan bahwa ia merasa kasihan dengan orang-orang yang ngekos yang kesulitan keuangan karena telat cairnya beasiswa Bidikmisi ini.
“Kalo aku pribadi ya, telat sebulan lebih dari yang seharusnya gak masalah. Karna aku gak kos. Cuma kasian yang ngekos. Kek mana makan mereka, bayar sewanya kek mana. Pastilah ngutang tu. Kalo aku sendiri paling, gak bisa beli buku dulu. Udah caer, tapi pasti pada bayar utang. Dan alhamdulillah caer juga walaupun mau abes semester. Semoga ke depannya gak ada kesalahan lagi,” ungkap Nur.
Adapun Wahyuni, mahasiswi Jurusan Farmasi yang baru menerima kabar cairnya bidikmisi ini mengatakan bahwa dana beasiswa ini akan digunakan untuk membeli laptop dan berharap agar di semester depan beasiswa Bidikmisi dapat lebih cepat cair.
“Rencana uang bidikmisi ini mau dipakai untuk beli laptop, karena butuh kan apalagi tahun depan mau skripsi, bismillah doakan semoga bisa skripsi tahun depan. Untuk harapan, semoga di semester depan bisa agak lebih awal ya cairnya karena mungkin banyak yang butuh kayak aku sendiri butuh untuk tambahan ganti laptop udah heng kali,” pungkas Yuni.[]
Editor: Della Novia Sandra

![[Lensa] Ratusan Buruh Peringati May Day 2026 di Taman Sari Banda Aceh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/05/Foto-1-238x178.jpeg)








