Siska Astria [AM], Wahyu Nuryanti [AM] | DETaK
Darussalam – Office of International Affairs (OIA) Universitas Syiah Kuala (USK) adakan acara International Food Festival (IFF) ke-5 pada 17 s.d. 20 November 2022 dengan tema “The Journey of Taste Perfection” yang diselenggarakan di halaman Gelanggang Mahasiswa USK.
IFF menghadirkan berbagai stand kuliner dari banyak negara, seperti Jepang, China, Korea, Australia, Amerika, Gambia, Nigeria, Yaman, Thailand, Islandia, dan lain sebagainya, di samping stand kuliner lokal.

Salah satu pengunjung, Friga Geuntana Djufri mengaku selain dapat mencicipi kuliner dari negara lain, terdapat pula kesempatan berbicara dengan orang dari negara lain.
“Menarik kali, sangat-sangat menarik. Selain juga makanan kuliner dari yang gak kita pernah makan, juga ada kesempatan berbicara dengan orang-orang yang tidak kita kenal gitu, apalagi dari budaya lain gitu,” ucap Genta.
Selain itu, ia juga mengaku telah mencoba beberapa kuliner di salah satu stand seperti Turki dan Kirgistan.
“Banyak sih, terutama stand–stand luar gitu kan. Stand di sini yang jualan awalnya itu emang pure original, emang dari asalnya gitu kan. Tadi misalnya ada stand di Kirgistan dan Turki, jadi dari orang-orang yang dari Kirgistan sama Turki sih,” ucapnya.
Salah satu pengunjung IFF lainnya, Muhammad Hafiz Daniel yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi USK mengungkapkan ke-excited-annya karena produk-produk makanan yang didagangkan dijual langsung oleh para mahasiswa pertukaran pelajar internasional.
“Nah kesan saya untuk acara ini tuh sangat menarik, karena kan ini diselenggarakan sama OIA yakan, Office of International Affairs, jadi saya sebagai penggiat budaya bersama dengan teman saya juga, agak excited dengan diadakannya food festival ini karena kaya produk-produknya juga dijual langsung sama teman-teman yang dari pertukaran pelajar internasional dan juga teman-teman yang mungkin yang pernah berjualan makanan-makanan luar dan jadi mereka datang ke sini tuh menjajakan makanan yang berbau budaya asing gitu,” tuturnya.
Genta dan Hafiz mengaku telah mencoba beberapa kuliner internasional, mereka juga mengatakan bahwa setiap stand kuliner internasional yang telah dicicipi memiliki cita rasa yang khas dan berbeda-beda.
“Nah jadi, karena tadi saya sama temen saya, dia tuh lumayan jago bahasa Inggris, jadi mempermudah sih dalam transaksinya. Kemudian saya, ya, cuman nambah-nambahin kaya misalnya dia kan ngobrol sama orangnya, saya kaya tinggal can you person ice more in this cup. Kaya dia minta es sedikit lagi, kaya-kaya gitu. Intinya kalo pesen-pesen dikit bisa, cuma kalo lebih ngobrol dan interaksinya kaya kurang sih,” ungkap Hafiz saat membeli kuliner internasional. [*]
Editor: Muhammad Abdul Hidayat










