Beranda Terkini Resistensi Antimikroba Sebagai Ancaman Global

Resistensi Antimikroba Sebagai Ancaman Global

BERBAGI
Peserta webinar nasional One Health, 6/12/2020. (Raisyah Siti Hafifah [AM] | DETaK)

Raisyah Siti Hafifah [AM] | DETaK

Banda Aceh-Public Health Innovators (PHI) berkolaborasi dengan Asian Medical Students Association (AMSA) dan Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Universitas Syiah Kuala telah mengadakan Webinar Nasional-One Health pada Minggu, 6 Desember 2020.

Webinar ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting dengan tema “Kolaborasi Multidisiplin dalam Mencegah Resistensi Antibiotik”. Webinar ini dihadiri dari berbagai kalangan dan terbuka secara umum.

Iklan Souvenir DETaK

Tristia Rinada selaku pemateri menjelaskan bahwa resistensi mikroba merupakan sebuah kepercayaan yang harus dikembangkan bakteri agar dapat bertahan hidup. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat seringkali menganggap resistensi ini adalah dokter yang tidak memberi antibiotik secara rasional.

“Antibiotik itu bukan vitamin, jadi tidak harus dibeli dan disimpan setelah diminum lalu digunakan sesuai aturan dokter,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan mengenai mekanisme resistensi yaitu, resistansi intrinsik, resistensi dapatan, dan resistensi adaptif. Selain itu, ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini selaras dengan Global Action Plan on Antimicrobial Resistence.

“Saya hanya ingin menunjukkan ada banyak kesempatan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan. Resistensi ini nantinya akan menjadi lingkaran setan kalau belum menerapkan Antimicrobial Resistence (AMR).[]

Editor: Indah Latifa