Beranda Terkini Potensi Ikan Tinggi, HMPWK Latih Ibu PKK Lamreh Mengolah Ikan Tangkap

Potensi Ikan Tinggi, HMPWK Latih Ibu PKK Lamreh Mengolah Ikan Tangkap

BERBAGI
Para Ibu PKK Desa Lamreh dan Tim PPK Ormawa HMPWK sedang memisahkan daging ikan todak dari durinya. 22/10/2022. (Indah Latifa/DETaK)

Sahida Purnama | DETaK

Lamreh – Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan pelatihan pengolahan ikan tangkap di Desa Lamreh, Aceh Besar pada Sabtu, 22 Oktober 2022.

Kegiatan bertema “Pengembangan Desa Lamreh sebagai Desa Minapolitan Berbasis Perikanan Tangkap” ini merupakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). PPK Ormawa adalah program Kemendikbud yang ditujukan sebagai penguatan kapasitas ormawa melalui melalui program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Iklan Souvenir DETaK

Kegiatan ini diikuti oleh 12 Ibu-Ibu PKK Desa Lamreh dan 11 panitia inti disertai beberapa mahasiswa anggota HMPWK. Bekerja sama dengan koperasi yang bergerak langsung dalam pengolahan ikan, Fish Jelly, mereka mengajarkan para Ibu PKK mengolah hasil tangkapan ikan menjadi beberapa produk.

Ketua Tim, T. M. Husnul Putra mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memandirikan masyarakat hingga ekonominya dapat meningkat dengan menjual produk-produk yang diajarkan.

“Tujuan di akhir masyarakat mampu mandiri gitu. Dari hasil pemasarannya, dari pengolahannya juga masyarakatnya udah tau. Jadi diharapkan terakhir ekonomi di masyarakat tu meningkat,” ujarnya.

Dosen PWK sekaligus pembina PPK Ormawa, Putra Rizkya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sudah direncanakan sejak dua semester yang lalu.

“Kegiatan ini diawali dengan studio perencanaan desa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa di Lamreh dari sekitar 2 semester yang lalu, kemudian didapatlah data bahwa kampung Lamreh memiliki potensi ikan yang menjanjikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Putra mengatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pelatihan pengolahan ikan menjadi produk, namun juga mempromosikan dan memasarkan produk yang telah dibuat.

“Kami juga ingin memastikan tentang keberlanjutan, kami telah membuka kerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk bisa dipamerkan jika Dinas Pariwisata ada kegiatan. Kemudian juga dari Fish Jelly bersedia menampung produk-produk dari ibu-ibu ini,” lanjut Putra.

Beberapa produk olahan makanan dari ikan tangkap yang diajarkan selama pelatihan adalah olahan makanan berbasis surimi (olahan ikan mentah setengah jadi), dan beberapa produk diversifikasi berupa bakso, nugget, dan kaki naga. Husnul mengatakan bahwa ikan yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan adalah ikan todak karena selalu ada sepanjang tahun.

“Untuk kendalanya sendiri memang pertama karna hasil tangkapannya itu kan musim-musiman. Untuk hasil survi nih masyarakat bilang bahwasanya untuk bulan 3 sampai 4 tu hasil tangkapannya beragam, tapi untuk bulan-bulan selanjutnya tu kurang maksimal. Jadi untuk yang sekarang ni kita fokus untuk ikan todak yang sepanjang tahunan ada.  Walaupun memang tidak sesuai dengan harapannya terhadap variasi ikan untuk pengolahan, jadi setidaknya masyarakat tau gitu cara pengolahan untuk menjadi produk,” imbuh Husnul.

Kegiatan ini pun mendapat tanggapan positif dari Ibu-Ibu PKK Desa Lamreh. Norahmi, Ketua PKK Desa Lamreh mengatakan bahwa setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dari desa Lamreh akan memproduksi olahan yang telah diajarkan cara pembuatannya dan akan dijual ke beberapa tempat.

“Mungkin kita akan coba olah surimi dulu karena kita lihat itu banyak yang mau beli. Nanti kita ajak ibu-ibu PKK untuk buat. Untuk abon inshaAllah rencananya kita pasarkan ke tempat-tempat wisata kayak Pasir Putih,” kata Norahmi.

Teuku Muamar Indra Akbarsyah, Dewan Pembina Koperasi Fish Jelly yang juga menjadi pemateri dalam pelatihan ini mengungkapkan para peserta menunjukkan antusiasme yang cukup bagus selama pelatihan.

“Kalau antusias sih alhamdulillah bagus ya. Karna memang masyarakat aceh tu suka kalau dibuat pembelajaran seperti ini. Yang penting jangan pelatihan di ruangan. Kalau di ruangan mereka ga senang, bawaannya tidur. Tapi kalau kita buat praktek mereka senang,” ungkapnya.

Selain dengan Fish Jelly, kegiatan ini juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Besar, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Besar, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh.[*]

Editor: Indah Latifa