Beranda Terkini OIA Danai Tes Bahasa Inggris untuk Program IISMA

OIA Danai Tes Bahasa Inggris untuk Program IISMA

BERBAGI
Jadwal pembukaan IISMA 2022 untuk mahasiswa USK. (dok. instagram @oia_usk)

Aisya Syahira, Nisa Makrufa | DETaK

Darussalam – Office Of International Affairs (OIA) Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan dana bantuan tes Bahasa Inggris untuk pendaftar program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) yang akan dibuka pada 12 Maret hingga 12 April 2022.

Ria Ervilita, Manajer Project Planning & Collaboration OIA menjelaskan bahwa semua mahasiswa USK boleh mengikuti program IISMA jika sudah memenuhi persyaratan. Para pendaftar diwajibkan mengikuti dua seleksi yaitu seleksi internal dan seleksi yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.

Iklan Souvenir DETaK

“IISMA itu kan untuk semua prodi, karena kan untuk seluruh universitas yang ada di Indonesia. Jadi seluruh mahasiswa Unsyiah itu boleh ikut, asal memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Dikti. Jadi tidak hanya orang tertentu, asal memenuhi syarat,” ungkapnya.

Persyaratan dan program serta pengisian berkas untuk seleksi Kemendikbud dilakukan melalui https://site.iisma.id/. Untuk seleksi internal, Ria menerangkan bahwa OIA melakukan seleksi lebih cepat agar mahasiswa dapat segera menyiapkan berkas yang dibutuhkan.

“Nah untuk seleksi internalnya sendiri, kita dari OIA memang kita seleksi lebih cepat dibandingkan dengan program dibuka. Jadi, program IISMA dibuka tanggal 12 Maret sampai 12 April, tapi kita mulai pertengahan Februari udah kita buka seleksi internal. Kenapa, biar mahasiswa kita mampu untuk ikut menyiapkan berkas dan tidak berlama-lama,” lanjut Ria.

Ia juga menekankan, OIA hanya memberikan bantuan kepada 50 lebih pendaftar dan setiap pendaftar dipilih atas rekomendasi dari setiap fakultas, dengan persyaratan memiliki nilai TOEFL diatas 500.

“Nah kalau duo itukan biayanya kan sekitar 49 USD mungkin sekitar 750 sampe 800 ribu lah kurang lebih. Nah itu, jadi memang dari OIA sebelum kita buka pendaftaran untuk seleksi berkas ini kita ada minta sama seluruh fakultas tolong kirimkan mahasiswa yang memang TOEFL-nya yang sudah bagus, untuk kita ikutkan tes TOEFL prediction lagi. Nah, dari hasil test toefl prediction itu, kan ada yang mendapat sampai 633 gitu. Jadi kita ambillah mahasiswa yang di atas 500 itu, kita berikan bantuan untuk tes Duolinggo tapi. Jadi, mereka ambil tes terus sendiri nanti baru OIA bantu, itu pun OIA hanya menyediakan 50 kuota untuk seluruh mahasiswa dan itu yang kita bantu hanya 500 ribu aja,” jelasnya.

Ria juga mengungkapkan jika para pendaftar program IISMA hanya mendapatkan bantuan pendanaan untuk tes Bahasa Inggris saja dari OIA. Tahun ini, program IISMA hanya menerima TOEFL Duolinggo, IELTS, dan TOEFL iBT.

“Kenapa kita mau mereka ikut tes TOEFL prediction dengan harapan kalau mahasiswa yang sudah punya TOEFL di atas 500 mereka bisa kita minta untuk ikut Duolinggo untuk apply IISMA. Karena program IISMA tahun ini, tidak menerima TOEFL ITP hanya menerima TOEFL Duolinggo, IELTS, dan TOEFL iBT. Jadi selain dari ketiga jenis ini tidak diterima.”

Dengan bantuan ini, OIA mendorong para mahasiswa agar tertarik dan semangat untuk mengikuti program. Sedangkan untuk sistemnya sendiri, OIA akan menghubungi mahasiswa untuk mengirimkan dana setelah dana tersebut cair.

“Jadi karena kan itu dapat bantuan dari bironya juga gak banyak ya. Jadi artinya tidak menutupi semua untuk ikut tes tapi setidaknya ada untuk membantu mahasiswa lah. Jadi kita mau meng-encourage supaya mereka tertarik untuk ikut program dan semangat ikut program gitu. Maka kita dari OIA ada support dana tapi sistemnya mereka ikut sendiri dulu baru nanti ketika dana kita sudah keluar, kita akan hubungi mahasiswa itu untuk kita kirimkan dananya,” pungkasnya.[]

Editor: Amanta Haura