Beranda Terkini Mahasiswi USK Berhasil Meraih 3 Medali Di Ajang KIWIE

Mahasiswi USK Berhasil Meraih 3 Medali Di Ajang KIWIE

BERBAGI
Foto bersama tim yang meraih 3 mendali di ajang KIWIE. 24/05/2025. (Dok. Pribadi)

Rimaya Romaito Br Siagian | DETaK

Darussalam-Mahasiswi Universitas Syiah Kuala (USK), Nelli Desianti dari Jurusan Pendidikan Ekonomi, berhasil meraih tiga penghargaan di ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025, yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada 21 hingga 24 Mei 2025.

Nelli bersama timnya, Sarah Salsabil mahasiswi departemen Biologi dan Putri Salsabila Rinaldi mahasiswi departemen Statiska membawa Inovasi berupa “Bhoi Morica”. Kue tradisional khas Aceh ini mendapat perhatian internasional atas pendekatan kreatif dalam mendukung pencegahan stunting dan infeksi cacingan pada ibu hamil dan balita.

Iklan Souvenir DETaK

KIWIE merupakan ajang kompetisi inovasi wanita terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Korean Women Inventors Association (KWIA) bekerja sama dengan Kementerian Korea Selatan yang berfokus pada kompetensi penelitian dan EXPO Inovasi yang menghasilkan inovasi yang berdampak dan diikuti lebih dari 30 negara di Indonesia.

Nelli mengatakan bahwa tahun ini ajang tersebut diikuti oleh 312 tim finalis dari 16 negara, termasuk 80 perusahaan internasional.

“Ajang ini di ikuti oleh  312 Finalis atau tim peserta dari 16 Negara di seluruh Dunia dan 80 Perusahaan Internasioanal. Dari Indonesia, hanya tiga universitas yang lolos seleksi nasional melalui INNOPA salah satunya adalah Universitas Syiah Kuala (USK),” ujarnya.

Berikut adalah 3 medali yang berhasil diraih oleh tim USK:

  1. Silver Medal KIWIE 2025
  2. Special Award dari Association of Thai Innovation and Invention Promotion
  3. Special Prize dari National Center of Women Inventors Uzbekistan

Nelli juga mengungkapkan bahwa berhasil meraih 3 penghargaan di ajang internasional ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Syukur Alhamdulillah, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Keberhasilan ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi tentang bagaimana kita bisa menunjukkan potensi luar biasa dari kekayaan budaya Indonesia kepada dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nelli berharap akan lebih banyak perempuan muda Aceh yang berani berinovasi terutama membawa nama Aceh dan memperkenalkan kekayaan lokal Aceh di mancanegara.

“Saya berharap akan banyak perempuan muda Aceh di era saat ini yang berani dan bangga membawa Inovasi ke kancah Internasional, terutama membawa nama Aceh  dan memperkenalkan khas lokal Aceh seperti layaknya Inovasi Kue Tradisional khas Aceh yaitu Bhoi yang kini mendunia dan dikenal di seluruh dunia,” harapnya. []

Editor: Nasywa Nayyara Tsany