Beranda Terkini Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di SMPN 3 Banda Aceh

BERBAGI
Foto bersama Siswa SMPN 3 Banda Aceh setelah sosialisasi pada Jumat, 30/10/2026. (Dok. Pribadi)

Zahra Zakya Attamy | DETaK

Darussalam-Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kampanye pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual dengan tema “Perubahan Berawal dari Kesadaran” di SMPN 3 Banda Aceh, pada Jumat 30 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Riska Salsabila, Cut Keisya Safwa, dan Nayla Zharifah Balqis, yang merupakan mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK). Materi yang disampaikan meliputi berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual di dunia nyata maupun digital, termasuk komentar negatif mengenai fisik seseorang di media sosial dan penyebaran foto pribadi tanpa izin.

Iklan Souvenir DETaK

Pemilihan materi ini dilatarbelakangi oleh masih seriusnya permasalahan kekerasan dan pelecehan seksual di masyarakat, khususnya kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mengenali berbagai bentuk pelecehan serta memahami pentingnya menjaga batasan diri dan menghargai batasan orang lain.

Salah satu mahasiswa penyelenggara, Putri Apriliani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah dan menghadapi kekerasan serta pelecehan seksual, baik di dunia nyata maupun digital.

“Dengan mengangkat tema kekerasan dan pelecehan seksual ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya mencegah dan menghadapi kekerasan serta pelecehan seksual, baik di dunia nyata maupun digital,” ujar Putri.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 3 Banda Aceh, Intan Maisarah, menilai edukasi mengenai kekerasan dan pelecehan seksual penting diberikan kepada siswa, terutama seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial.

“Materi ini sangat penting untuk kehidupan kita saat ini. Dengan perubahan zaman yang semakin canggih, yang kita lihat saat ini juga banyak kejadian pelecehan seksual yang ada di media sosial,” ungkap Intan.

Sementara itu, Shaumi Silvia, salah satu mahasiswa penyelenggara, berharap kegiatan penyuluhan ini dapat membantu siswa memahami berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta membedakan perilaku yang termasuk pelecehan dan yang bukan.

“Harapan saya, dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, para siswa dapat lebih memahami bentuk-bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta mampu membedakan perilaku yang termasuk pelecehan dan yang bukan,” ujarnya.

Melalui kampanye ini juga siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kesadaran untuk mengenali dan mencegah kekerasan serta pelecehan seksual menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang saling menghargai dan bebas dari pelecehan.[]

Editor: Nasywa Nayyara Tsany