Afdila Maisarah I Detak
Darussalam-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar sosialisasi pengurangan sampah plastik bagi siswa kelas VIII MTsN 4 Banda Aceh, Selasa 27 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk “Dari Botol Sekali Pakai ke Tumbler Setiap Hari” ini mengajak siswa membiasakan diri membawa tumbler ke sekolah.
Sosialisasi yang berlangsung di salah satu ruang kelas MTsN 4 Banda Aceh itu dimulai pukul 08.50 WIB dan diikuti sekitar 30 siswa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok 4 mata kuliah Komunikasi Pemasaran Sosial yang beranggotakan delapan mahasiswa dan dibimbing oleh dosen pengampu, Putri Munawwarah.

Mengusung tema “Mulai dari Kebiasaan Kecil untuk Mengurangi Sampah Plastik”, kegiatan ini menyasar siswa yang terbiasa membeli air mineral atau minuman kemasan saat jam istirahat.
Materi disampaikan oleh Iqbal Setiadi yang menjelaskan bahwa botol air kemasan umumnya hanya digunakan dalam waktu singkat, sedangkan sampah plastiknya dapat bertahan lama di lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah plastik dapat menumpuk, mencemari lingkungan, mengganggu makhluk hidup, dan terurai menjadi mikroplastik.
Dalam pemaparannya, Iqbal menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bukan mengajak siswa berhenti mengonsumsi air minum kemasan, melainkan mengubah kebiasaan dengan membawa wadah minum sendiri.
“Bukan berhenti minum air, tetapi mengubah cara kita membawanya,” ujar Iqbal.
Siswa juga diperkenalkan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Membawa tumbler menjadi salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan botol sekali pakai. Selain itu, siswa dapat menghemat pengeluaran dengan membawa air minum dari rumah atau mengisi ulang tumbler.
Untuk membiasakan penggunaan tumbler, siswa diajak menyiapkan bersama perlengkapan sekolah, mengisi air sebelum berangkat, mengisi ulang ketika habis, serta mencucinya setelah digunakan agar tetap bersih dan siap dipakai kembali.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pengisian kuesioner mengenai kebiasaan penggunaan botol plastik, pemutaran video edukasi, serta kuis dan tanya jawab. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyimpulan materi bersama siswa dan foto bersama.
Ketua tim, Nurussaidatul Ulya, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengurangi sampah plastik melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebiasaan kecil yang dilakukan bersama bisa memberi dampak lebih besar,” katanya.[]
Editor: Naisya Alina










