
Raudhatul Khaira [AM], Aiza [AM] | DETaK
Darussalam – Duta Budaya Nasional Republik Indonesia, Muhammad Rizki Maulana hadiri gelaran Internasional Food Festival (IFF) yang diadakan oleh Office of International Affairs (OIA) Universitas Syiah Kuala (USK) pada Sabtu Malam, 19 November 2022.
Dalam kunjungannya tersebut, Rizki memuji setiap stand yang menampilkan makanan khas berbagai negara. Namun ia menyarankan adanya makanan khas Aceh di antara stand-stand internasional tersebut.

“Festivalnya bagus, tertata dengan rapi setiap negara menunjukkan citra khas mereka mulai dari pertama masuk ke stand disambut dengan baik diperkenalkan dengan ciri khas negara mereka masing-masing dan juga bersih. Namun bagusnya lagi apabila disisipkan makanan khas Aceh juga di dalam festival ini,” ujar Rizki.
Lebih lanjutnya Rizki mengatakan festival kuliner ini sangat bagus dijadikan agenda tahunan. Dengan adanya IFF, mahasiswa tak perlu jauh-jauh ke luar negeri hanya untuk mencicipi makanan khas setiap negara.
Tamam, salah satu pelaku ekonomi kreatif mengatakan hal yang hampir serupa dengan Rizki. Ia berpendapat selain makanan luar negeri yang diperkenalkan kepada warga lokal, makanan khas Aceh juga harus diperkenalkan agar eksistensinya tak tergerus.
“Acara ini sangatlah spektakuler. Memang memperkenalkan makanan dari luar negeri ke warga lokal perlu dilakukan, tetapi kita sebagai warga lokal juga harus memperkenalkan makanan khas Aceh ke luar juga. Hal ini supaya makanan ciri khas Aceh tidak tergerus dengan makanan yang datang dari luar itu sendiri,” ujarnya. [*]
Editor: Muhammad Abdul Hidayat









