
Aisyah Syahira & Zafiramiska | DETaK
Banda Aceh-Masa aksi demo yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) dengan tuntutan utama perihal Rohingya dan permasalahan di Aceh tiba di Kantor Gubernur Aceh pada pukul 16.00 WIB dan mulai melayangkan orasi pada pukul 16.35 WIB usai jeda sholat Ashar.
Aksi ini merupakan tindak lanjut pihak BEM USK karena tidak adanya respon pemerintah Aceh atas surat yang mereka layangkan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Mursalin, Koordinasi Lapangan (KORLAP) aksi demo ini.

“Hari ini kami datang untuk menyuarakan apa yang selama ini kami sampaikan melalui surat tapi tidak ada gubrisan, tidak ada notice dari pihak pemerintah di Aceh sendiri,” ungkapnya.
Adapun poin utama tuntutan yang dilayangkan oleh BEM USK ialah terkait kehadiran Rohingya dan permasalahan lain di Aceh.
“Poin tuntutan utama adalah terkait dengan rohingya hari ini yang sudah meresahkan permasalahan dan menyebabkan gesekan-gesekan yang ada di masyarakat Aceh khususnya. Maka hari ini kami berinisiatif dari BEM USK untuk menghadirkan poin tuntutan utama kita adalah menuntut tegas hari ini bagaimana pemerintah Aceh untuk bisa dapat mengambil langkah tegas, langkah konkrit, langkah solutif yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan Rohingya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mursalin berharap massa bisa bertemu dengan PJ Gubernur secepatnya dan nantinya mereka akan memberi hadiah berupa buku untuk menjadi catatan pemerintah Aceh ke depannya.
“Harapan kami bertemu dengan PJ Gubernur, karena kami akan kasih hadiah berikutnya yaitu ada buku rekomendasi ataupun buku catatan-catatan merah, para pemerintah Aceh yang harus diselesaikan oleh pemerintah Aceh berikutnya supaya permasalahan-permasalahan yang selalu terjadi tidak usah terjadi lagi tahun depan,” tambahnya. [*]
Editor: Masya pratiwi










