Naisya Alina & Putri Balqis | DETaK
Darussalam — Tim mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 melalui karya tulis bertema pertanian yang mengangkat gagasan kreatif dan inovatif terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.
Tim yang diketuai oleh Apni Nur Cahyani bersama Imam Riza Putra Perdana dan Fadlan Choir Nasution ini berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya silver medal bidang pangan, favorite poster, hingga juara umum Universitas Syiah Kuala.

Apni Nur Cahyani menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menuangkan ide dan gagasan terhadap persoalan yang ada di sekitar masyarakat.
“Selain ingin mengembangkan kemampuan menulis, saya juga ingin menambah pengalaman serta relasi dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengangkat tema yang berfokus pada isu pertanian dengan menawarkan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
Adapun proses penyusunan essay dimulai dari pembentukan tim, penentuan isu yang relevan, hingga pengumpulan referensi dari berbagai sumber seperti jurnal, artikel, dan sumber terpercaya lainnya. Setelah itu, tim mulai menyusun kerangka tulisan, melakukan analisis terhadap permasalahan, serta memberikan solusi terkait isu yang dibahas.
Meski berhasil meraih prestasi, Apni mengaku terdapat beberapa kendala selama proses perlombaan, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan penyusunan essay.
“Kendala yang paling terasa itu membagi waktu antara kuliah dan proses penyusunan essay, tetapi kami tetap berusaha menyelesaikannya bersama,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah berhasil menjadi pemenang dalam ajang tersebut.
“Perasaan saya tentu sangat senang, bersyukur, dan tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Semua usaha dan waktu yang sudah dilakukan terasa terbayarkan,” ungkapnya.
Melalui karya yang mereka buat, tim tersebut juga ingin menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan melalui kreativitas, kepedulian, dan kemauan untuk terus belajar.
Di akhir penyampaiannya, Apni turut memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru dan terus berani mengembangkan potensi diri.
“Mencoba tak mengapa, mengapa tak mencoba,” tutupnya. []
Editor: Kamilina Junita Damanik










