Beranda Terkini Mahasiswa USK Raih Juara 2 Lomba Video Kampanye Nasional UNICEF Indonesia

Mahasiswa USK Raih Juara 2 Lomba Video Kampanye Nasional UNICEF Indonesia

BERBAGI
Mahasiswa USK Raih Juara 2 Lomba Kampanye Video yang di adakan oleh UNICEF Indonesia. 2/5/2026 (Dok. Pribadi)

Putri Balqis & Naisya Alina | DETaK

Darussalam — Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara 2 pada lomba video kampanye nasional #satsetlawanmisdis yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia di Universitas Indonesia (UI) yang diumumkan pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Tim USK terdiri dari Arita Yuda Katiara Rizki dari Ilmu Keperawatan angkatan 2021, Fikrul Azka dari Ilmu Komunikasi angkatan 2023, dan M. Firdaus Ariansyah dari Teknik Sipil angkatan 2023.

Iklan Souvenir DETaK

Kompetisi tersebut berfokus pada kampanye melawan misinformasi dan disinformasi di media digital, khususnya terkait isu kesehatan dan vaksinasi. Fikrul Azka selaku perwakilan tim menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap maraknya penyebaran hoaks di media sosial.

“Semua berawal dari keresahan kami melihat masifnya peredaran hoaks di media digital, terutama terkait isu kesehatan dasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sempat mengikuti pelatihan ImmuniBooster dari UNICEF di Bandung pada akhir tahun 2025 yang membahas penanggulangan misinformasi digital. Dari pengalaman tersebut, tim merasa terpanggil untuk terus berkontribusi dalam pencegahan misinformasi dan disinformasi di media sosial.

Dalam video kampanye yang dibuat, tim mengangkat tema pentingnya literasi digital dalam memutus rantai misinformasi tentang vaksin. Mereka menggunakan pendekatan storytelling dan edutainment agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya anak muda.

“Kami mengangkat keresahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti kepanikan orang tua saat anak mengalami demam setelah vaksin. Padahal, itu merupakan hal yang normal dan menjadi tanda bahwa vaksin sedang bekerja,” jelasnya.

Fikrul juga menyampaikan bahwa proses produksi video dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Meski pengambilan video dilakukan mendekati batas akhir pengumpulan, tim telah melakukan riset dan penyusunan naskah beberapa hari sebelumnya.

Setelah melalui tahap penilaian, tim berhasil melaju ke tahap presentasi final yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan acara puncak Pekan Imunisasi Dunia. Pada tahap tersebut, mereka berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional, sementara Juara 1 diraih oleh mahasiswa Universitas Indonesia.

Meski berhasil meraih prestasi, tim mengaku menghadapi tantangan dalam membagi waktu di tengah kesibukan masing-masing anggota yang memiliki aktivitas berbeda, mulai dari kegiatan koas, penelitian, hingga pekerjaan lainnya.

“Tantangan terbesar kami adalah pembagian waktu, tetapi semuanya bisa dijalani dengan baik karena adanya pembagian tugas dan manajemen produksi yang baik,” katanya.

Sebagai penutup, Fikrul turut memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru dan terus memperluas kolaborasi.

“Jadikan keresahan pribadi terhadap lingkungan sekitar sebagai bahan bakar untuk terus berkarya. Dalam setiap kompetisi mungkin ada menang dan kalah, tetapi pengalaman, relasi, dan dampak positif yang kita ciptakan adalah hal yang paling berharga,” tutupnya. []

Editor: Kamilina Junita Damanik